Pemerintah Pantau Lonjakan Harga Gula & Bawang Merah

Kamis, 14 Mei 2020 | 16:19 WIB
Share Tweet Share

Presiden Joko Widodo. Foto:Setpres/Lukas

[JAKARTA, INDONESIAKORAN.COM] Presiden Joko Widodo meminta instansi terkait untuk memantau kenaikan harga sejumlah komoditas pangan, terutama gula pasir dan bawang merah yang telah mengalami lonjakan harga melampaui harga eceran tertinggi (HET). Selain itu, presiden juga meminta dilakukan pemantauan terhadap stok dan distribusi bahan kebutuhan pokok masyarakat.

Saat ini harga bawang merah di pasaran mencapai Rp 51.000 per kilogram. Padahal HET bawang merah adalah Rp 32.000/kg. Sementara itu, harga gula pasir di pasaran berkisar Rp 17.000 - Rp 17.500. Sementara HET yang ditetapkan pada harga Rp 12.000/kg.

“Saya ingin ini dilihat masalahnya ada di mana. Apakah urusan distribusi atau memang stoknya yang kurang atau ada yang sengaja mempermainkan harga untuk sebuah keuntungan yang besar,” kata Jokowi dalam rapat terbatas yang digelar melalui telekonferensi di Jakarta, Rabu (13/5/2020).

Rapat terbatas ini digelar untuk memantau ketersediaan dan harga kebutuhan pokok masyarakat. Pasalnya, organisasi pangan dunia, FAO, telah mengingatkan potensi terjadinya kelangkaan stok pangan akibat pandemi covid-19.

“Ini sudah yang ketiga kita berbicara masalah bahan pokok karena urusan stok, ketersediaan, dan stabilitas harga ini penting untuk terus kita monitor, setiap hari, setiap minggu,” ungkap presiden.

Selain itu, Presiden menyampaikan bahwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik, bahan pangan mengalami deflasi selama bulan April kemarin. Hal ini mengindikasikan adanya penurunan terhadap permintaan bahan-bahan pangan.

“Artinya daya beli masyarakat menurun,” imbuhnya.

Oleh karenanya, pemerintah meluncurkan sejumlah bantuan sosial untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

“Pemerintah telah meluncurkan bantuan sosial tunai untuk 9 juta keluarga, BLT Desa dari Dana Desa untuk 11 juta keluarga, Kartu Sembako, PKH, juga Padat Karya Tunai dan kita harapkan ini akan meningkatkan daya beli masyarakat,” ucapnya.

Editor: Iman Febri


Berita Terkait

Komentar