Kelompok Diaspora Manggarai Peduli Tolak Tambang dan Pabrik Semen  

Minggu, 03 Mei 2020 | 17:16 WIB
Share Tweet Share

Tambang Mangan

[JAKARTA]- Pemerintah Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Kabupaten 
Manggarai Timur (Matim) akan mengizinkan Investor untuk membangun pabrik semen serta penambangan bahan baku semen di Luwuk dan Lingko Lolok, Desa Satar Punda, Kabupaten Manggarai Timur.

Menyikapi hal ini, Kelompok Diaspora Manggarai Peduli (KDMP) yang terdiri dari masyarakat Manggarai di perantauan dari Sabang sampai Marauke dan termasuk di luar negeri dengan tegas menolak rencana tersebut. 

"Penolakan ini kami ajukan atas 
dasar beberapa pertimbangan sesuai yang tertuang dalam PETISI terlampir," ujar koordinator KDMP, Flory Santosa Nggagur di Jakarta, Minggu (3/5/2020). 

Lanjut Flory, pihaknya berharap Pemerintah Propinsi NTT, Pemerintah Kabupaten Matim berserta semua pihak terkait mempertimbangkan penolakan ini. Selain itu menghentikan rencana pembangunan pabrik semen dan penambangan bahan baku semen di lokasi tersebut. 

"Atas nama 322 orang anggota Kelompok Diaspora Manggarai Peduli yang ikut menandatangani petisi terlampir," katanya. 

Berikut isi petisi Kelompok Diaspora Manggarai Peduli: 

MENOLAK PEMBANGUNAN PABRIK DAN TAMBANG BAHAN BAKU SEMEN
DI LUWUK DAN LINGKO LOLOK, DESA SATAR PUNDA KABUPATEN MANGGARAI TIMUR-NUSA TENGGARA TIMUR

Kami yang tergabung dalam KELOMPOK DIASPORA MANGGARAI PEDULI bersama ini menyampaikan bahwa kami menolak rencana Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Timur dan Pemerintah Propinsi NTT untuk membangun Pabrik Semen di Luwuk, Desa Satar Punda, Kecamatan Lambaleda, Kabupaten Manggrai Timur, termasuk izin penambangan bahan baku semen di Lingko Lolok dan sekitarnya. 

Penolakan ini didasari oleh beberapa pertimbangan:

1. Pembangunan Pabrik Semen Tidak Urgent. Secara nasional selama 4 tahun terakhir sejak tahun 2016 terjadi surplus kapasitas produksi semen secara nasional sekitar 30% atau sekitar 40 juta ton. 

Dengan kata lain bahwa utilisasi pabrik semen hanya mencapai 70%. Bahkan sampai dengan tahun 2024 kondisi ini masih berlanjut dengan utilisasi pabrik yang bahkan semakin kecil menjadi sekitar 65%. 

Asosiasi pabrik semen nasional sudah meminta kepada Pemerintah untuk melakukan moratorium pembangunan pabrik semen baru. Dalam kondisi pasar semen seperti saat ini, apabila Pemda ingin membantu masyarakat Manggarai berkaitan dengan ketersediaan semen serta harga semen yang terjangkau maka yang harus dilakukan adalah 
memperlancar arus distribusi semen sampai ke desa-desa. 

2. Optimalisasi Pabrik Semen Kupang. Kalau pun Pemda NTT ingin mensupply semen di seluruh NTT dengan produk semen lokal maka akan sangat bijak apabila yang dilakukan adalam meningkatkan kapasitas produksi PT. Semen Kupang sekaligus membantu PT. Semen Kupang yang dalam beberapa tahun terakhir ini mengalami kesulitan keuangan. Investor yang ingin membangun pabrik Semen di Manggrai Timur bisa diajak untuk melakukan strategic partner dengan PT. Semen Kupang.

3. Pabrik Semen Tidak Mensejahterakan Masyarakat Terdampak. Argumentasi bahwa pabrik semen akan menciptakan lapangan kerja dan peluang usaha bagi masyarakat terdampak menurut kami tidak berdasar. Kehadarin pabrik semen akan meningkatkan jumlah pendatang dari daerah lain yang akan berupaya mengambil bagian atas potensi 
rembesan manfaat ekonomis dari pabrik tersebut. Dalam kondisi ini akan terjadi 
persaingan yang kemungkinan besar akan dimenangkan oleh para pendatang karena lebih memiliki keahlian, keuletan dan modal dibandingkan dengan penduduk lokal yang selama ini adalah petani. 

Di lain pihak kewajiban adanya CSR oleh Perusahaan tidak bisa diharapkan karena akan sangat tergantung pada kondisi keuangan perusahaan yang tidak prospektif dalam kondisi pasar semen di Indonesia yang over supply.

4. Pabrik dan Tambang Bahan Baku Semen akan Merusak Lingungan Hidup. Bahan baku semen adalah batu gamping yang ditambang secara terbuka (open mining). Hal inilah yang akan menimbulkan kerusakan lingkungan secara masif dalam coverage area yang 
luas yaitu lebih dari 500 hektar atau seluas konsensi yang diberikan. 

Kerusakan lingkungan ini akan berdampak pada hajat hidup masyarakat sekitar tambang terutama dalam hal berkurangnya ketersediaan air bersih maupun untuk mengairi persawahan yang selama ini mengandalkan air dari rawa-rawa di kaki bukit yang akan dijadikan tambang bahan baku semen serta polusi udara. 

Komitmen perusahaan terkait reklamasi pasca tambang atau komitmen penambangan berwawasan lingkungan tidak bisa dipercaya karena banyak bukti lahan bekas tambang yang terbengkelai, termasuk bekas tambang mangan di sekitar lokasi rencana pabrik semen. 

Pemda hendaknya tidak menyederhanakan solusi masalah reklamasi ini dengan adanya dana reklamasi atau ASR (abandonment and Site Restoration) karena dalam praktek dana tersebut tidak akan pernah cukup untuk memulihkan kerusakan lingkungan yang terjadi karena dasar perhitungannya yang tidak jelas dan cenderung asal-asalan. 

5. Merugikan Masyarakat Terdampak Secara Ekonomi dan Sosial Budaya. Pembangunan pabrik semen mengorbankan tanah produktif warga baik ladang, sawah maupun kebun 
yang selama ini dan di masa yang akan datang menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat lokal.

Selain itu rencana penggusuran kampung (relokasi) merupakan upaya mencabut masyarakat dari akar budaya serta relasi sosial yang sudah diwariskan oleh nenek moyang mereka secara turun temurun dan menjadi warisan tak ternilai bagi anak cucu mereka.

6. Tersedia Banyak Solusi Alternatif Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat. Pada saat ini dan di masa yang akan datang tambang bukanlah pilihan yang bijak untuk mensejahterakan masyarakat. 

Pembangunan ekonomi kerakyatan berbasis potensi yang ada di sekitar lokasi tersebut bisa menjadi pilihan seperti pariwisata bahari, peternakan, perkebunan sorgum, perkebunan pisang, perkebunan jagung, dll. 

Pemda harus melakukan intervensi baik berupa program atau kebijakan misalnya irigasi dan pemupukan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produk, pendampingan dani implementasi teknologi pasca panen untuk meningkatkan value added produk serta bekerjasama dengan buyer tingkat lokal atau nasional untuk penyerapan hasil produksi petani. 

Pasar nasional masih sangat terbuka untuk menyerap dalam jumlah besar beberapa produk hasil pertanian seperti jagung dan sorgum untuk bahan baku pakan ternak.

Demikian PETISI ini kami buat untuk menjadi perhatian dan menjadi pertimbangan oleh Pemerintah Daerah Manggarai Timur, Pemerintah Daerah Propinsi Nusa Tenggara Timur, masyarakat terdampak dan seluruh masyarakat Manggarai Timur serta Investor yang hendak membangun pabrik semen dan penambangan bahan baku semen di Luwuk dan Lingko Lolok-Desa Satar Punda. 

Jakarta, 3 Mei 2020
Atas nama seluruh anggota Kelompok Diaspora Manggarai Peduli

Diketahui, petisi tersebut ditujukan kepada Gubernur Propinsi Nusa Tenggara Timur, Mentri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Bupati Manggarai Timur, Ketua DPRD NTT, Ketua DPRD Kabupaten Manggarai Timur, Ketua Komnas HAM Republik Indonesia, Ketua Ombudsman Republik Indonesia, Kapolda NTT dan Kapolres Manggarai Timur. 

Reporter: Seve
Editor: Odorikus


Berita Terkait

Komentar