Merdeka Belajar, Andreas Pareira Sebut Jalani 3 Hal Ini  

Sabtu, 02 Mei 2020 | 20:24 WIB
Share Tweet Share

Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP, Andreas Hugo Pareira (Foto: Istimewa)

[INDONESIAKORAN.COM]- Anggota Komisi X DPR RI, Andreas Hugo Pareira mengatakan, cita-cita dasar yang menjadi tujuan didirikannya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) salah satunya adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. 

Sejak awal lahirnya bangsa Indonesia kata Andreas, founding fathers republik ini sudah sadar betul bahwa pendidikan adalah kata kunci untuk mengisi tujuan hidup bangsa yang merdeka. 

Lanjut Andreas, pendidikan adalah kunci untuk menciptakan bangsa yang cerdas. Kalau tujuan bernegara adalah mencerdaskan bangsa maka pendidikan adalah instrumen utk melahirkan bangsa yang cerdas. 

"Tidak ada bangsa yang cerdas, yang pendidikannya tidak maju. Suatu bangsa maju, kalau pendidikan dan SDM nya terdidik," ujar Andreas menanggapi Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (2/5/2020). 

Pendidikan pun kata Andreas, instrumen utama untuk menciptakan keadilan sosial. Perubahan strata sosial individu, masyarakat bahkan bangsa hanya mungkin terjadi kalau memperoleh akses pendidikan yang sama dan merata. 

"Dan untuk melahirkan pendidikan yang mencerdaskan serta pendidikan yang melahirkan keadilan sosial tentu harus didukung oleh sistem pendidikan yang dibangun dari komponen-komponen utama, yaitu: pilihan metode pendidikan yang tepat serta guru atau pendidik dan sarana penunjang pendidikan," katanya. 

Dikatakan Andreas, sejalan dengan prioritas pemerintahan Presiden Jokowi yang menempatkan pembangunan SDM sebagai prioritas. Bangsa ini akan masuk ke dalam suatu era baru dalam sistem pendidikan nasional yang oleh mendikbud Nadiem Makarim disebut Merdeka Belajar. 

"Inti dari merdeka belajar tentu pada ruang terbuka yg disiapkan untuk guru dan murid agar menguasai komptensi2 dasar keilmuan dibidangnya masing2 untuk selanjutnya berinovasi, berkreasi dan berimprovasi dalam proses pendidikan untuk melahirkan talenta2 cerdas yg mampu menjawab persoalan dan tantangan kehidupan manusia," jelasnya.  

Andreas pun mempertanyakan apakah bisa menerapkan Konsep merdeka belajar untuk Indonesia setelah sekian lama anak bangsa ini dididik dengan sistem pendidikan indoktrinatif melalui beban kurikulum yang menumpuk yang ditentukan dari atas. 

"Jawabnya;m harus bisa! Tentu dengan syarat. Pertama, konsep merdeka belajar ini harus menjadi metode pendidikan yang dibakukan dalam sistem pendidikan nasional. Kedua, guru harus dipersiapkan dan memahami konsep merdeka belajar ini, sehingga mampu menerapkan pada murid-muridnya. Ketiga, sarana dan prasarana pendidikan yang memunjang konsep merdeka belajar. Dan keempat karena kita bicara pendidikan untuk Indonesia sebagai instrumen mencerdaskan bangsa, sekaligus instrumen keadilan sosial, maka harus ada kesempatan dan akses yang sama bagi anak bangsa Indonesia untuk 3 poin sebelumnya," katanya. 

Editor: Odorikus


Berita Terkait

Komentar