Corona yang Berkeliaran, Manusia yang Dikarantina

Sabtu, 14 Maret 2020 | 15:50 WIB
Share Tweet Share

Penulis

Oleh Yon Lesek 

[INDONESIAKORAN.COM] Tanaman di kebun orang sering kali habis dimakan atau dirusakkan oleh ternak yang berkeliaran. Maka di sebuah Desa, semua orang wajib membuat pagar yang kokoh untuk kebunnya. Bahkan ada pagar kebun yang ditambah lilitan kawat berduri.

Kecuali pagar kebun milik pastoran. Dibiarkan terbuka.

Suatu hari tanaman jagung di kebun pastoran kemasukan seekor sapi dan melahap hampir separuh tanaman di kebun itu. Pastor suruh tangkap sapi itu dan membawanya ke kantor polisi dan menyekap sapi itu di kamar sel.

Pemilik sapi datang dengan ngamuk-ngamuk sambil menyalahkan Pastor: "Makanya Pastor jangan malas bikin pagar keliling kebun!" katanya.

Suasana di kantor Polisi makin tegang karena Pastor mendesak Polisi untuk menjadikan sapi itu milik Umum saja.

"Kalau tidak mau sapi ini dipenjara, pemiliknya ganti masuk sel sebagai tebusan. Atau, sapi ini jadi milik umum saja", desak Pastor serius.

Sang Pemilik sapi tidak mau terima. Ia tetap menyalahkan Pastor yang malas bikin pagar. Keluarga dan beberapa orang lain di situ juga membenarkan dia dan menuding Pastor yang salah.

"Untuk apa saya bikin pagar keliling kebun, karena tanaman-tanaman saya walau tidak ada pagar pun tetap diam di tempat, tak berkeliaran ke mana-mana," Pastor menangkis. "Yang harus dipagar dan diamankan itu binatang Anda yang bisa berkeliaran ke mana-mana. Anda yang salah dan malas!" tegas Pastor dengan nada mulai meninggi.

"Anda!"" timpal Pemilik sapi. "Justru Anda!", balas Pastor. "Anda, Pastor!"
"Andaaa!!"
"Anda!!"
"Andaaa!!"

Begitu keduanya saling menyahut sambil bergerak mendekat hingga berhadap-hadapan dan si pemilik sapi menunjuk-nunjuk muka Pastor sambil lantang berkata "Anda!!"

"Praaakkk!!"
Seorang Bapak yang ternyata Kepala Desa menampar pemilik sapi itu, sambil berkata: "Berani-beraninya kau tunjuk muka Pastor sambil bilang 'Anda' ke Pastor??!!"

Akhir cerita, penyelesaian masalah dibawa ke kantor desa dan si Pemilik Sapi kena denda "ca ela wase lima" (seekor Babi besar) karena lancang bilang "Anda" ke Pastor.

Andaikan binatang liar virus corona bisa dikandangkan, tiadalah orang yang dikarantina karenanya. Tetapi yang pasti banyak orang dikarantina karena tidak tahu diri dan panik lalu menyalahkan orang lain bahkan Tuhan dibawa-bawa.

Editor: Elnoy


Berita Terkait

KOLUMNIS

HOAX, Berita Tanpa Mahkota

Selasa, 05 September 2017
KOLUMNIS

The End of History Bagi PHP

Senin, 20 November 2017

Komentar