Festival Mulut Seribu Mampu Mendongkrak Ekonomi Rote Ndao

Selasa, 08 Oktober 2019 | 09:02 WIB
Share Tweet Share

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Rote Ndao Melkias Rumlaklak (Kiri) danBupati Rote Ndao Paulina Haning-Bulu (kanan)

[KUPANG, INDONESIAKORAN.COM]
Pelaksanaan festival Mulut Seribu di Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yang digelar 26-28 Oktober 2019 mendatang diyakini mampu mendongkrak ekonomi masyarakat dan pendapatan asli daerah.

"Dampak ekonomi jangka pendek dari festival ini diantaranya jualan masyarakat berupa kuliner dan pameran hasil produksi akan terjual dan mendatangkan keuntungan banyak bagi masyarakat lokal," kata Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bulu kepada Indonesiakoran.com, Senin (7/10/2019).

Sementara kata Paulina, dampak  jangka panjang mampu meningkatkan arus kunjungan wisatawan baik domestik maupun manca negara yang tentunya akan meningkatkan pendapatan daerah Rote Ndao.

Secara terpisah Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Rote Ndao Melkias Rumlaklak mengatakan, keunggulan  Selat Mulut Seribu terletak pada bentuk Labirin yang akan memberikan sensasi tersendiri ketika berdiving dan snorkeling.

"Selain itu, panorama alam batu cadas dan margasatwanya yang unik menjadi pemikat indahnya alam Selat Mulut Seribu," ujar Rumlaklak.

Dijelaskannya, segala persiapan teknis sudah dimantapkan untuk menyambut pelaksanaan festival Mulut Seribu di Lokonamon, Desa Daiama, Kecamatan Landuleko, Kabupaten Rote Ndao.

"Kami sudah mempersipkan lokasi untuk ruang laut dan ruang darat. Ruang laut untuk menghadirkan kapal-kapal melakukan parade menyusuri selat Mulut Seribu, dan ruang darat persiapan opening  seremony," katanya.

Rumlaklak juga menjelaskan, masyarakat  nelayan dan di daratan diberikan peran penting oleh panitia untuk menyukseskan acara festival Mulut Seribu. "Masyarakat nelayan, dengan kapal dan perahunya sedangkan masyarakat di darat terlibat untuk menampilkan budaya, tari-tarian, pameran hasil kerajinan, tenun, dan  kuliner," katanya.

Ia menyebutkan, kegiatan festival Mulut Seribu dikemas dengan parade laut yang diikuti oleh lebih dari 500 kapal menyusuri teluk Mulut Seribu, lomba dayung untuk para nelayan, tarian masal Kebalai,  Foti, dan Bahorok  (pukul kaki).

Reporter: Laurens Tukan

Editor: Jefry


Berita Terkait

Komentar