MARINA KOMODO LABUAN BAJO, Untuk Siapa?

Jumat, 27 September 2019 | 17:30 WIB
Share Tweet Share

Plasidus Asis Deornay, SH, Praktisi Hukum dan Advokat (foto: dokpri)

Penulis;
Plasidus Asis Deornay, SH
Advokat Asal Manggarai,
tinggal di Jakarta.

Hodi mihi cras tibi (ketimpangan atau ketidakadilan yang menyentuh perasaan, tetap tersimpan dalam hati nurani rakyat ).

[INDONESIAKORAN.COM] Marina Komodo Labuan Bajo, nama sebuah hotel mewah di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Flores, NTT. Didirikan tahun 2019. Direktur Utama PT Indonesia Feri Property M. Riza Perdana Kusuma, menyampaikan bahwa kehadiran Marina Komodo Labuan Bajo diharapkan menjadi ikon baru yang akan memajukan Labuan Bajo seperti Bali dan Lombok.

Dia menyampaikan itu saat soft launching Marina Komodo Labuan Bajo di lantai dua gedung areal komersil, Sabtu (18/5/2019). Dia berharap kehadiran areal itu di Labuan Bajo memberikan warna tersendiri bagi perkembangan Manggarai Barat (Mabar).

"Kami juga akan berkomitmen untuk membangun Labuan Bajo melalui SDMnya. Saya juga punya mimpi bahwa harapannya dengan spesialisasi yang kami miliki misalnya hotel, retail, marina, ada anak-anak muda di Labuan Bajo yang bisa kita ikutsertakan mungkin untuk ikut terlibat dalam proses seleksi untuk kita didik sebagai hotelier," kata Riza sebagaimana dilansir (POS-KUPANG.COM, Sabtu (18/5/2019).

Anak-anak muda Labuan Bajo kata dia akan diberi kesempatan untuk menjadi orang yang bisa berkecimpung dalam kegiatan Marina.

Sebelumnya Direktur Pelayanan dan Fasilitas PT ASDP Indonesia Feri Persero Christine Hutabarat, menyampaikan bahwa kehadiran ASDP lewat Marina di Labuan Bajo bukan sekadar untuk tujuan bisnis tetapi juga untuk membangun SDM dan memperhatikan budaya.

Sungguh suatu niat yang luhur dan karena itu Pemda Mabar antusias menyambutnya dan dengan senang hati melibatkan diri untuk bekerja sama memuluskan rencana besar Hotel ini.

Ketua DPRD Menggugat

Apa yang terjadi setelah Hotel Marina beroperasi, pernyataan Ketua DPRD terpilih Edi Endy baru-baru ini lebih mengejutkan. Bagi saya dia hendak memulangkan kita kembali pada janji manis saat Hotel ini dibangun.

Sebagaimana dilansir Indonesiakoran.com, Ketua DPRD Manggarai Barat Edi Endi  menilai kehadiran Hotel Marina di Labuan Bajo tidak memberikan manfaat untuk masyarakat Manggarai Barat. Masyarakat hanyalah penonton di tanahnya sendiri.

"Marina dibangun untuk rakyat Manggarai Barat. Rakyat Manggarai Barat tidak boleh hanya menikmati PAD dari sana. Mereka juga harus mengambil bagian di dalamnya," ujar Edi Endi.

Masyarakat Manggarai Barat, kata dia, harus menjadi subyek, baik saat membangun maupun setelah Marina dibangun. Namun faktanya justru berbeda.

"Apa yang terjadi, saya kira teman-teman pers ini kan lihat. Bahwa kita hanya menonton. Kita punya kepuasan ini hanya sebatas lihat mewahnya gedung. Lebih dari itu tidak ada manfaat apa-apa," pungkas Edi Endi.

Pernyataan seorang Ketua DPRD ini tidak lahir begitu saja, tetapi nyata sekali berangkat dari keprihatinan dan keberpihakan yang kuat pada keadilan dan kesejahteraan rakyat Manggarai, khususnya Manggarai Barat. Setidaknya menginspirasi saya untuk mengadvokasi persoalan ini dengan serius.

Benarkah Marina Memasung Masyakarat Lokal untuk Berpartisipasi?

Mari kita cek faktanya. Pertama, apakah benar tujuan memperhatikan budaya lokal dilakukan oleh Marina? Pernyataan ini miris dari fakta yang sesungguhnya.  Bisnis yang terjadi pada Marina Labuan Bajo justru  didominasi oleh pengusaha-pengusaha besar dari luar Manggarai.

Berdasarkan informasi yang saya peroleh baik dari media maupun masyarakat Manggarai di Labuan Bajo, bahwa partner bisnis marina justru dilingkari oleh pengusaha-pengusaha papan atas seperti Starbucks, FILA, Sunglass Planet, Cafe Melinjo.Sports Station, Magnolia, BrunBrun, Yacht Sourcing, KFC, Kimia Farma, Warung Made Miniso, dan lain-lain. Semua outlet yang di Marina Labuan Bajo disewakan kepada mereka. Satu pun tidak ada pengusaha lokal ikut bersama Marina menjual  keunggulan lokal NTT seperti songket, kopi flores, dan lain-lain. Di mana letak komitmen bahwa salah tujuannya adalah memperhatikan budaya lokal?

Poin pertama ini patut saya duga, manajemen Marina telah melakukan pembohongan publik.

Kedua, apakah benar Marina ikut mendorong peningkatan SDM Manggarai?

Hal yang kedua ini, tentu benar adanya. Hanya yang perlu saya kritisi adalah jumlahnya. Saya kira soal SDM,  Marina perlu bijak untuk memberikan kesempatan  masyarajat untuk dapat bekerja di Marina. Secara jumlah, tentu masih sangat sedikit.

Apa rekomendasi kita sebagai Masyarakat untuk Marina Labuan Bajo?

Pertama, letakkan keadilan yang sama terhadap masyarakat Manggarai.

Kedua,  rancang kebijakan yang tidak memberatkan masyakarat Manggarai. Pelaku usaha diberikan kesempatan  dengan memberikan biaya sewa yang murah sesuai kemampuan mereka. 

Ketiga, perbanyak partisipasi SDM lokal daripada mempekerjakan orang dari luar Manggarai.

Kita berharap Marina Labuan Bajo dapat memperbaiki kembali tata kelola manajemennya yang berbasis Keadian Sosial dan Penghormatan terhadap masyarakat dan budaya lokal.

Editor: Elnoy


Berita Terkait

Opini

Guru adalah Kita Semua

Kamis, 03 Agustus 2017
Opini

Mengapa Kita Korupsi?

Jumat, 01 September 2017

Komentar