Banyak Dampak Bencana Kabut Asap, KMHDI Desak Jokowi Gerak Cepat

Selasa, 17 September 2019 | 20:16 WIB
Share Tweet Share

Aktivis KMHDI saat membagikan masker kepada warga. [foto: istimewa]

[JAKARTA, INDONESIAKORAN.COM] Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk segera mengambil tindakan terkait bencana kabut asap yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia.

Apalagi, bencana kabut asap tidak hanya telah merusak hutan Indonesia, namun telah mengancam keberlangsungan hidup warga yang terdampak.

“Sudah terlalu banyak kerugian yang diakibatkan dari bencana kabut asap ini. Sekolah diliburkan, penyakit ISPA mengancam, aktivitas perekonomian menurun, lahan hijau dan fauna terancam punah. Kami mendesak Presiden Joko Widodo untuk segera mengambil tindakan tegas,” kata Ketua Presidium Pimpinan Pusat KMHDI I Kadek Andre Nuaba, di Jakarta, Selasa (17/9/2019).

Menurut dia, terjadinya kembali bencana kabut asap yang disebabkan oleh pembakaran hutan dan lahan secara liar akibat belum tegasnya pemerintah dalam menindak pelaku pembakaran.

“Baik terhadap subjek hukum individu maupun korporasi, imparsialitas hukum harus diwujudkan secara tegas. Implikasi permasalahan ini sudah terlalu kompleks. Membiarkan keberlangsungan hidup rakyat terancam adalah kejahatan luar biasa," tandasnya.

Selain penindakan, demikian Andre Nuaba, KMHDI juga mendesak pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh secara strategis dan sistematis terhadap kementerian dan lembaga terkait, yang bertanggung jawab atas Karhutla.

“Ada pola yang salah, sehingga bencana tahun 2015 kini terjadi kembali. Untuk itu pemerintah juga dibutuhkan untuk melakukan pemulihan lingkungan hidup, sosial, dan ekonomi agar kondisi wilayah segera kembali normal," pungkas Andre Nuaba.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar