Sejarah Baru Sabu Raijua, Gubernur dan Istri Dinobatkan Jadi Ama-Ina

Sabtu, 07 September 2019 | 14:51 WIB
Share Tweet Share

Tokoh adat dari lima wilayah adat di Sabu Raijua yang siap menobatkan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat sebagai Mone Rai Hawu pada acara Festival Jelajah Kellaba Madja. [foto: dokumen kadis pariwisata sabu raijua]

[KUPANG, INDONESIAKORAN.COM] Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat bersama istri Julie Sutrisno Laiskodat, akan diberi gelar kehormatan sebagai Mone Rai Hawu dan Benni Rai Hawu Raijua oleh para Mone Ama (tokoh adat) dari lima wilayah adat di Sabu Raijua.

Penobatan itu merupakan sejarah baru bagi orang Sabu Raijua. Sebab ini untuk pertama kalinya dalam sejarah, gelar kehormatan itu diberikan kepada tokoh dari luar Sabu Raijua.

“Penobatan ini adalah sebuah penghargaan dan penghormatan orang Sabu Raijua kepada Bapak Gubernur dan Ibu Julie Laiskodat," jelas Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sabu Raijua Wellem Lukas Rohi, kepada indonesiakoran.com di Kupang, Sabtu, (7/9/2019).

Dikatakan, penobatan itu merupakan rangkaian acara Festival Jelajah Kellaba Madja yang digelar tanggal 9-12 September 2019 mendatang di Kabupaten Sabu Raijua.

Menurut Wellem, penobatan yang diberikan itu dalam ritual adat setempat dikenal dengan sebutan “Happo”. Ritual ini menegaskan bahwa orang Sabu Raijua telah mengukuhkan Gubernur Laiskodat dan Julie Sutrisno Laiskodat secara adat sebagai Ama (Bapak) dan Ina (Ibu) bagi  seluruh masyarakat Sabu Raijua.

“Gelar ini tidak ada batas waktu sampai kapan pun dan sebagai istilah umum telah diangkat menjadi anak dari keturunan Kika Ga (Bapak leluhur orang Sabu Raijua, red). Secara adat tidak ada tanggung jawab yang diberikan, tetapi secara psikologi Pak Gubernur dan Ibu Julie Laiskodat adalah bagian dari orang Sabu Raijua yang tidak dilupakan, yang sudah diakui secara universal karena dinobatkan oleh para Mone Ama dari lima wilayah adat di Sabu Raijua,” jelasnya.

Wellem menambahkan, yang berwewenag memberikan gelar atau penobatan itu adalah Mone Ama dari lima wilayah adat di Sabu Raijua.

“Karena penobatannya dilakukan di wilayah adat Seba, maka yang berhak menobatkan adalah Mone Ama Seba yaitu Deo Rai Namata sebagai pemimpin penobatan bersama Mone Ama dari wilayah Sabu Timur, Sabu Liae, Hawu Mesara dan Raijua. Sedangkan penobatan kepada Ibu Julie Laiskodat dilakukan oleh Benni Deo Namata yang adalah isteri dari Deo Rai Namata,” pungkasnya.

Reporter: Laurens LT

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar