Dewan: Pemprov Bali Jangan Hanya Andalkan PKB dan BBNKB

Senin, 12 Agustus 2019 | 20:32 WIB
Share Tweet Share

IGA Diah Srikandi WS (kiri) dan I Made Dauh Wijana (kanan) saat menyampaikan Pandangan Umum Fraksi dalam Rapat DPRD Provinsi Bali. [foto: humas dprd bali]

[DENPASAR, INDONESIAKORAN.COM] DPRD Provinsi Bali mengapresiasi peningkatan Pendapatan Daerah pada APBD Perubahan Tahun Anggaran 2019, sebesar Rp 175 miliar lebih. Artinya, proyeksi Pendapatan Daerah meningkat dari Rp 6,323 triliun lebih menjadi Rp 6,498 triliun lebih.

Apresiasi tersebut disampaikan fraksi-fraksi di DPRD Provinsi Bali saat menyampaikan Pandangan Umum Terhadap Ranperda Tentang Perubahan APBD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun Anggaran 2019, dalam Rapat Paripurna di Gedung Dewan, Senin (12/8). Rapat Paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Provinsi Bali I Nyoman Adi Wiryatama ini dihadiri oleh Gubernur Bali Wayan Koster.

"Dari aspek Pendapatan Daerah, kami memberikan apresiasi atas peningkatan Pendapatan Daerah sebesar Rp 175 miliar lebih, sehingga Pendapatan Daerah menjadi Rp 6,4 triliun lebih," kata Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Bali I Made Dauh Wijana, saat menyampaikan Pandangan Umum Fraksi Golkar.

Namun demikian, imbuhnya, mayoritas Pendapatan Daerah tersebut justru didominasi oleh sumber sumber dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Biaya Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Fraksi Golkar menyarankan, agar ke depan Pemprov Bali bisa lebih kreatif lagi.

"Kita harus terus berkreasi dan melakukan terobosan - terobosan dengan menemukan sumber - sumber Pendapatan Daerah lainnya, dengan catatan tidak membebani masyarakat luas," tegas Dauh Wijana.

Fraksi Golkar mengingatkan, ke depan kemajuan di bidang industri khususnya industri otomotif yang diarahkan menggunakan tenaga listrik. Nantinya, pengenaan pajak impor dikenakan minimal.

"Maka ke depan, tidak menutup kemungkinan juga mengarah pada tuntutan penurunan pengenaan PKB dan BBNKB yang lebih rendah pula," ujar Dauh Wijana.

Sementara Fraksi PDIP DPRD Provinsi, mendorong agar perlu optimalisasi pengembangan potensi Pendapatan Daerah yang bersumber dari kekayaan daerah yang dipisahkan. Selain itu, pengembangan potensi aset daerah serta pendapatan lainnya.

"Perlu antisipasi terhadap kondisi perekonomian global, nasional dan regional yang saat ini mengalami perlambatan, yang berakibat pada penurunan daya beli masyarakat. Caranya, dengan tidak hanya mengandalkan sektor pajak daerah, namun juga melalui langkah - langkah kreatif dan inovatif dalam menggali sumber - sumber Pendapatan Daerah lainnya," kata anggota Fraksi PDIP DPRD Provinsi Bali IGA Diah Srikandi WS, saat menyampaikan Pandangan Umum fraksinya.

Fraksi PDIP juga mendorong peningkatan sarana dan prasarana pendukung, terutama untuk memberikan kenyamanan wajib pajak serta dalam pengembangan pengelolaan potensi dan sumber - sumber pendapatan lainnya.

"Perlu juga ditingkatkan kualitas SDM aparatur pemerintah, untuk mendukung penguasaan, pemanfaatan dan pengembangan IPTEK, terutama di bidang pelayanan," tegas Diah Srikandi.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Nusantara

Badung Libatkan 9.000 Seniman di PKB 2017

Minggu, 28 Mei 2017
Nusantara

PKB Ajang Sajian Seni dan Budaya Terbaik

Minggu, 28 Mei 2017

Komentar