"Jadilah Ayam dan Jangan Membebek"

Selasa, 09 Juli 2019 | 20:43 WIB
Share Tweet Share

Yon Lesek [Foto: Dok. Pribadi]

"Jadilah Ayam dan Jangan Membebek"

Konon seseorang memasukkan sebutir telur bebek ke dalam sangkar ayam yang mana sang induk ayam sedang mengeram telurnya.

Suatu ketika semuanya menetas, termasuk telor bebek. Si anak bebek menginduk pada ayam dan mengikuti semua perilaku sang induk sebagai laiknya anak yang patuh dan taat, anak soleha. Belajar berlari dan terbang, mencari makan sendiri dan seterusnya hingga berdikari. Termasuk menghindari berbagai hal yang secara natural berbahaya karena tidak bisa melakukannya, yakni masuk ke dalam kolam air.

Alkisah, terjebak karena dikejar kucing garong, beberapa anak ayam itu yang sudah menjelang dewasa kecebur ke dalam kolam dan menanti ajal dalam keadaan tak berdaya. Berjuang untuk keluar dari dalam kolam dilakukan dan saat itulah anak bebek itu menyadari dirinya berbeda. Tidak seperti saudara-saudaranya yang lain, ia bisa berenang dengan enteng dan kian menikmati kemalangan itu sebagai kesalahan yang membahagiakan. Kala itulah ia baru mengenal dirinya bukan ayam, tetapi bebek.

Dalam apa pun yang Anda lakukan, baik lisan maupun tulisan, baik perkataan maupun perbuatan, hal pertama yang harus dilakukan adalah 'Gnothi seauton': Kenalilah dirimu sendiri sejatinya. Jangan mengekor, jangan pula membebek. Jadilah  ayam jika Anda memang ayam. Jadilah bebek jika Anda memang bebek. Bukan jadi penjilat demi sesuap nasi lantas melupakan jati diri dan mengkhianati intelektualitas.

"Fortiter in re suaviter in modo" (Keras dalam prinsip halus dalam cara).

Penulis

Yon Lesek

Editor: Aurelia A.


Berita Terkait

KOLUMNIS

The End of History Bagi PHP

Senin, 20 November 2017
KOLUMNIS

Sesat Logika dan Gagal Paham di Pilgub NTT 2018

Kamis, 05 April 2018

Komentar