Airlangga Hartarto: Jadi Politisi Bersih, Kita Menang  

Rabu, 05 Juni 2019 | 09:06 WIB
Share Tweet Share

Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartato

[INDONESIAKORAN.COM]- DPP Partai Golkar menyelenggarakan Sholat Idul Fitri 1440 H. bersama Ketua Umum DPP Partai Golkar Ir.  Airlangga Hartarto pada Rabu (5/6/2019) di Mesjid Syajarataun Thayyibah, Kantor DPP Golkar, Jl. Anggrek Neliy Murni, Slipi Jakarta Barat. 

Khatib dalam Sholat Idul Fitri 1440 kali ini adalah Ketua DPP Partai Golkar yang juga Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Dr. H. TB Ace Hasan Syadzily, S. Ag, M.Si. Sementara itu hadir dalam sholat ini, Aburizal Bakrie, Agung Laksono dan Lodewijk Paulus selalu Sekjen Partai Golkar. 

Dalam sambutannya, Airlangga mengatakan bahwa hari raya Idul fitri harus menjadi refleksi bagi tindakan, aktifitas politik dan tutur kata kita kepada masyarakat. "Jika kita semua berhasil menjadi politisi yang bersih, berhasil menjadi masyarakat yang bersih, berhasil menjadi siapapun dalam profesi kita dengan bersih, maka saat itulah kita telah menang," katanya. 

Lanjut Airlangga, kemenangan Partai Golkar adalah hasil Konsolidasi Partai. Partai Golkar makin disegani karena Soliditasnya terjaga dan mampu memperoleh Kursi di DPR urutan kedua. 

"Ini adalah Posisi Strategis Partai Golkar untuk mewarnai  Politik Nasional di 5 tahun ke depan," tegasnya. 

Airlangga menegaskan, Partai Golkar tidak saja menaungi ummat Islam, tetapi Partai yang mengakomodir kepentingan-kepentingan ummat Islam. 

"Semoga ukhuwah kita, semakin diperkuat dengan jalinan silaturahim semacam ini, tidak saja bagi ummat Islam, tetapi bagi ummat lainnya. Idul Fitri kali ini, semoga menjadi Idul Fitri yang benar-benar membersihkan bagi hati dan pikiran kita semua, bahwa keberhasilan Idul Fitri adalah ketika kita telah melaluinya, maka kita akan bertransformasi menjadi insan yang jauh lebih baik, insan pengabdi, atas  keridho an Nya, kita menjadi kader partai yang amanah dan konsisten dalam garis perjuangan Partai," tegasnya. 

Sementara itu Ace Hasan dalam khutbahnya menyoroti bagaimana memaknai dan memahami hakikat puasa dan zakat menurut perspektif normatif. Ia mempertanyakan apakah semua pihak telah berpuasa dan berzakat dengan memberi pengaruh dan kontribusi bagi masyarakat. 

"Sudahkan jiwa-jiwa yang telah digembleng ini bersatu padu dan bersinergi untuk bersama-sama membangun kehidupan bangsa dan negara menjadi lebih baik? Atau jangan-jangan kita masih bersikap individualistik, sendiri-sendiri, nafsy-nafsy, selfish, mementingkan diri sendiri dan bermental ego sektoral di kalangan umat islam sehingga potensi sinergitas tidak dapat dioptimalkan untuk kemajuan bangsa?," tanyanya. 

Faktanya kata Ace, justru pada bulan suci ramadhan dan akhir ramadhan angka konsumerisme semakin tinggi. Ace pun mengutip pernyataan Imam Besar Masjid Istiqlal, KH Ali Musthofa Ya'kub yang mengemukakan bahwa dasyatnya promosi konsumerisme dan konsumtivisme yang gencar dilakukan jauh sebelum ramadhan datang, saat dan sesudah ramadhan telah mengubah prilaku muslim selama ramadhan jadi konsumtif. 

Namun Ace menuturkan, umat islam Indonesia harus berbangga sebab kian hari kian meningkat strata ekonominya. "Kelas menengah muslim kita semakin mengalami pendapatan yang signifikan. Salah satu indikator sederhananya adalah semakin antri orang islam untuk beribadah haji," katanya. 

Editor: Odorikus


Berita Terkait

Komentar