Ibu Ani Yudhoyono Telah Pergi dan Sekejab Itu Pula Telah Kembali

Minggu, 02 Juni 2019 | 14:57 WIB
Share Tweet Share

Megawati memberi salam turut berduka kepada Susilo Bambang Yudhoyono (2/6) [foto: istimewa]

Oleh Yon Lesek

[INDONESIAKORAN.COM] Di hadapan kematian kita adalah sama. Itulah ungkapan spontan saat memandang potret manis Ibu Megawati Soekarno Putri memberi salam ucapan turut berduka kepada Bapak Susilo Bambang Yudhoyono. Dua sosok politisi yang pernah bersinggungan dan bersilang selisih sekaligus mantan Presiden Indonesia, bertemu dan bersatu hati. Perbedaan politik tiada berarti lagi kala berdiri di tapal batas kehidupan. Semua punya rasa yang sama, sedih. Semua punya nada yang sama, nada dan irama memuja kehidupan, memaklumi kematian, dan memuliakan akhirat bagi orang yang percaya.

Teringat kita pada adagium filsafat eksistensial terkenal Martin Heidegger, bahwa kematian adalah kenyataan yang tidak bisa terelakkan. Hanya refleksi manusia akan keterbatasan dirinya di hadapan ketakterbatasan misteri kematian membuat hidup dan mati kita bermakna. Dan kita semua terlempar ke dalam lautan makna itu, tanpa sekat dan tanpa enggan untuk berdiri bersama dalam kesendirian pengalaman kematian.

Semua manusia hidup untuk mengarah kepada kematian. "Sein zum tode", kata Heidegger. Ibu Ani dan semua kita, apa pun statusnya tidak bisa meniadakan kenyataan eksistensial ini, juga tidak biss menindaknya.

Apa yang membedakan kita adalah sikap kita berhadapan dengan realitas kematian. Orang yang beriman pada kehidupan akhirat akan melihat kematian sebagai pintu gerbang masuk ke dalam kebahagian kekal. Tetapi, orang yang tidak mengimani hari akhirat akan melihat kematian sebagai tapal batas kehidupan. Seperti jatuh ke dalam sumur tanpa dasar, begitulah menghilangnya manusia ditelan maut.

images (3)Presiden Jokowi dan Ibu Iriana menyambut kedatangan Jenazah Ibu Ani Yudhoyono di Cikeas

01 Juni 2019, bertepatan dengan hari lahirnya Pancasila, Ibu Ani Yudhoyono, mantan Ibu Negara kita, lahir kembali sebagai seorang pancasilais, patriot pahlawan bangsa Indonesia. Ia menginginkan Indonesia yang bersatu, damai, sejahtera di bawah Panji Pancasila.

Selamat jalan Ibu Ani Yudhoyono. Engkau telah pergi dan sekejap pula telah kembali untuk mempertemukan semua anak bangsa Indonesia dalam satu nada yang sama, persatuan semua umat manusia tanpa kenal sekat, batas, perselisihan dan perbedaan.*

Editor: Elnoy


Berita Terkait

Komentar