Gaduh Wisata Halal, Kemenpar Akan Kirim Tim ke Labuan Bajo

Jumat, 10 Mei 2019 | 21:14 WIB
Share Tweet Share

Keindahan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. [foto: istimewa]

[DENPASAR, INDONESIAKORAN.COM] Wacana wisata halal di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, menuai penolakan keras dari masyarakat Manggarai Barat khususnya dan Nusa Tenggara Timur umumnya.

Wacana ini bahkan direspon gereja lokal, khususnya Keuskupan Ruteng. Sebagaimana sikap masyarakat, Keuskupan Ruteng pun menolak Labuan Bajo diberi label wisata halal.

Kegaduhan soal wisata halal di Labuan Bajo ini pun mendapat perhatian khusus dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI. Kemenpar meminta masyarakat agar tetap merespon dengan kepala dingin wacana tersebut. Selain itu, Kemenpar berjanji akan meluruskan wacana yang sudah meresahkan banyak pihak ini.

Dalam waktu dekat, Menteri Pariwisata RI bahkan akan mengirim tim ke Labuan Bajo, untuk berkoordinasi dengan semua pihak yang berkepentingan, termasuk dengan Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo - Flores (BOPLBF) yang selama ini telah dituding sebagian masyarakat Nusa Tenggara Timur sebagai biang kegaduhan.

"Betul. Pak Menteri sudah menugaskan tim untuk ke Labuan Bajo, mengkoordinasikan semuanya," kata Direktur Promosi Kementerian Pariwisata RI, Vinsensius Jemadu, ketika dikonfirmasi melalui saluran telepon, Jumat (10/5/2019).

Ia menjelaskan, tim tersebut nantinya bertugas merekam dan mengamati seluruh aspirasi masyarakat di Labuan Bajo. Apalagi, Kemenpar belum pernah mengagendakan Labuan Bajo untuk dilabeli wisata halal.

"Yang pasti, Kementerian Pariwisata RI memang belum pernah mengagendakan Labuan Bajo untuk diterapkan wisata halal," tegas Vinsensius.

Ia menambahkan, wisata halal memang sudah lama diterapkan di Indonesaia, khususnya dibeberapa destinasi. Sebut saja Aceh, Sumatera Barat, Jawa Barat dan Lombok.

Di daerah-daerah tersebut, wisata halal tidak dipersoalkan masyarakaat karena memang sesuai dengan kultur budaya setempat.

"Wisata halal hanya bisa dikembangkan di daerah-daerah yang memang sesuai dengan kearifan lokal masyarakatnya," ujar Vinsensius.

Disinggung kepastian tim dari Kemenpar akan terjun ke Labuan Bajo, Vinsensius enggan merinci lebih jauh.

"Ada tim nanti yang akan datang ke sana. Maka kami dari Kementerian minta agar masyarakat tenang dulu. Tidak perlu melebarkan isu tersebut, apalagi dengan analisa dan persepsi sendiri-sendiri yang malah akan makin memperkeruh. Tunggulah," pungkas Vinsensius.

Reporter: Itho Umar
Editor: San Edison


Berita Terkait

Nasional

Gili Laba, Sunset di tengah Tumpukan Sampah

Kamis, 31 Agustus 2017
Nasional

Djarot Akan Liburan ke Labuan Bajo

Minggu, 15 Oktober 2017

Komentar