Alit Wiraputra Seret Nama Anak Mantan Gubernur Bali

Jumat, 12 April 2019 | 04:59 WIB
Share Tweet Share

AA Alit Wiraputra saat digiring ke Rutan Polda Bali. [foto: istimewa]

[DENPASAR, INDONESIAKORAN.COM] Calon anggota DPR RI Dapil Bali dari Partai Gerindra yang juga Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali, AA Alit Wiraputra, resmi ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Bali setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan pengurusan izin pelebaran kawasan Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Benoa.

Saat digiring dari ruang pemeriksaan menuju Rutan Polda Bali, Kamis (11/4/2019) sore, Alit Wiraputra sempat berkicau kepada awak media.

Menurut dia, PPSP yang telah diperiksa sebagai saksi dalam kasus yang menimpanya, turut menikmati aliran dana sebesar 50 persen dari total Rp16 miliar pada tahun 2012. PPSP merupakan putra Gubernur Bali ketika itu.

"Aliran dana Rp16 miliar lebih ini saya berikan 50 persen untuk S (PPSP) yang merupakan putra Gubernur Bali saat itu untuk kepengurusan izin pelebaran kawasan Pelabuhan Pelindo Benoa, Bali. Sedangkan sisanya 50 persen untuk kami bertiga, saya, J dan C. Di mana uang itu saya terima dari Sutrisno Lukito Disastro untuk mengurus perizinan tersebut," beber Alit Wiraputra

Dikatakan, proyek tersebut dirancang oleh J dan PPSP. Alit Wiraputra mengaku hanya diminta untuk menggantikan posisi PPSP saat itu.

Alit Wiraputra tidak mengetahui uang Rp7,5 miliar dan 80.000 dolar Amerika yang diserahkan dan diterima oleh PPSP digunakan untuk apa saja.

"Saya tidak tau uangnya untuk apa oleh S (PPSP)," tandas Alit Wiraputra.

Alit Wiraputra menyebut, awal perjanjian dan kesepakatan itu dilakukan oleh SLD selaku investor dengan PPSP, pada 26 Januari 2012.

"Jadi kesepakatan ini dilakukan mereka berdua dan bukan dengan saya. Saya hanya diminta untuk mengganti. Karena S (PPSP) adalah putra Gubernur Bali saat itu," ucapnya.

Disinggung dirinya hendak kabur ke luar negeri, Alit Wiraputra menepisnya. Ia berdalih pergi ke Jakarta karena ada urusan bisnis. Alit Wiraputra justru mengklaim dirinya dijebak.

"Kalau saya melarikan diri, tidak mungkin saya ada di sini. Saya merasa dijebak dalam kasus ini karena mendukung Prabowo menjadi Presiden," pungkas Alit Wiraputra, sembari menunggu apakah kepolisian juga akan menangkap saksi lainnya yakni PPSP, J dan C.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar