Hoaks, Hasil Penghitungan Suara Pemilu di Luar Negeri

Rabu, 10 April 2019 | 20:49 WIB
Share Tweet Share

Ilustrasi

[DENPASAR, INDONESIAKORAN.COM] Pencoblosan atau pemungutan suara Pemilu 2019 di luar negeri dilakukan lebih awal (early voting) pada tanggal 8-14 April 2019. Hal ini sesuai jadwal yang diatur dalam Surat Keputusan Komisi Pemilihan Umum (SK KPU) Nomor 644/2019.

Meski coblos lebih awal, namun penghitungan suara untuk Pemilu di luar negeri tetap dilakukan pada tanggal 17 April mendatang. Dengan demikian, hasil penghitungan suara untuk Pemilu di luar negeri yang beredar luas di media sosial saat ini adalah hoaks alias berita bohong.

Demikian penjelasan tertulis anggota KPU RI Hasyim Asy'ari, sebagaimana diterima wartawan, di Denpasar, Rabu (10/4/2019). Dikatakan, untuk pemungutan suara di luar negeri ini dilaksanakan dengan 3 metode.

"Memilih di TPSLN yang berada di Kantor Perwakilan RI (KBRI/ KJRI/ KDEI), memilih dengan Kotak Suara Keliling (KSK) yang bertempat di dekat pemukiman atau tempat kerja WNI, dan metode pos," papar Hasyim.

Terkait penghitungan suara Pemilu di luar negeri, imbuhnya, tetap dilaksanakan pada tanggal 17 April 2019 sesuai waktu setempat. Artinya, hasil penghitungan perolehan suara Pemilu di luar negeri yang dilakukan PPLN dan KPPSLN, baru dapat diketahui setelah proses penghitungan suara 17 April 2019 selesai.

"Jadi hasil perolehan suara Pemilu di luar negeri (real count) baru dapat diketahui setelah proses penghitungan suara 17 April 2019 selesai. Bila sekarang ini beredar kabar tentang perolehan suara Pemilu di luar negeri, dapat dipastikan hasil tersebut bukan hasil resmi yang dilakukan oleh PPLN dan KPPSLN," tegas Hasyim.

Tentang pemungutan suara yang sudah dan sedang berjalan, Hasyim mengatakan, pada 8 April 2019 telah dilaksanakan di Sana'a. Selanjutnya pada 9 April 2019, di Panama City dan Quito. Adapun tanggal 10 April 2019, di Bangkok dan Songkhla.

"Selain jadwal tersebut, kegiatan pemungutan suara di luar negeri belum dilaksanakan. Dengan demikian, terhadap kabar tentang perolehan suara Pemilu di luar negeri yang beredar luas di masyarakat, adalah kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan," pungkas Hasyim.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Politik

Ogah Nyaleg di Bali, Putu Artha Pilih Sulteng

Minggu, 04 Juni 2017
Politik

Dana Pilgub Kaltim Dialokasikan Rp 331 Miliar

Minggu, 11 Juni 2017
Politik

Kebiasaan Buruk DPR Ini Ganggu Pemilu

Rabu, 14 Juni 2017

Komentar