KH. Ma‘ruf Amin: Ulama dan Umaro

Senin, 18 Maret 2019 | 14:59 WIB
Share Tweet Share

Ferdinand Rondong

Oleh Ferdinand Rondong

[INDONESIAKORAN.COM] Ma"ruf Amin melampaui ekspektasi, juga menyentak publik karena penuh dengan element of surprise.

Drama debat yang "bercitarasa" Kiai versus Santri; pemegang "kartu platinum" versus "kartu silver" yang memperlihatkan "jam terbang", memang, sebuah duel yang tak seimbang, apalagi sebanding. Sudah bisa ditebak, siapa pemenangnya. Tidak perlu survei-surveian lagi.

Pak Ma'ruf menang tak bisa dilawan Sandi. Ia berwajah Ulama dan Umaro, sekaligus. Lengkap. Persenyawaan yang sempurna dari karakter Ulama dan Umaro ada di dalam diri Pak Ma'ruf. Sementara, Sandi yang masih "berwajah Santri"; Santri untuk urusan Agama, begitu pula untuk urusan politik. Apalagi "mengurus" dan "mengatur" negara, sebesar Indonesia.

images (3) 1

Ma'ruf Amin, representasi dari manusia politik ideal. Ia alim, ahli ilmu, pandai, ahli ilmu Agama Islam. Itulah ulama.

Ia juga orang yang mempunyai pengaruh, kekuasaan; orang yang kredibel memangku urusan rakyat; penguasa atau pemimpin. Itulah Umaro.

Dari hasil debat semalam, bagaimana Pak Ma'ruf mempresentasikan idea besarnya, dan kematangannya dalam berdebat. Saya yakin, Pak Ma'ruf tidak hanya sekadar sebagai "ban serep" bagi Jokowi. Bukan pula cuma aksesoris untuk pragmatisme politik.

Tapi, KH. Ma'ruf Amin adalah seorang figur Ulama dan Umaro, yang juga punya "magnet" untuk mendulang margin elektoral. Terutama, untuk merebut hati dan "voice" dari para "swing voters" dan kaum milenials.

Lebih dari itu, Ma'ruf Amin, adalah sosok yang tepat bagi Jokowi, untuk menahkodai kapal besar Indonesia menuju pelabuhan Indonesia maju. Indonesia hebat. Indonesia adil dan makmur. Tak ada keraguan sedikit pun. Betapa tidak dan mengapa tidak!

Editor: Elnoy


Berita Terkait

KOLUMNIS

Berimanlah Pakai FAITH

Sabtu, 03 Juni 2017
KOLUMNIS

Ahok, Isu Kudeta, dan Indonesia yang Karut-Marut

Selasa, 06 Juni 2017

Komentar