Tersangka Kasus Pemerkosaan Bocah SD Diancam 15 Tahun Penjara

Senin, 11 Februari 2019 | 14:42 WIB
Share Tweet Share

Kapolres Manggarai Barat AKBP Julisa Kusumowardono saat memberikan keterangan pers di Labuan Bajo, Senin (11/2/2019). [foto: indonesiakoran.com/ itho umar]

[LABUAN BAJO, INDONESIAKORAN.COM] Kasus pemerkosaan dan pencabulan oleh FW (sebelumnya ditulis dengan inisial D, red) terhadap bocah berinisial NDS, siswi Kelas VI Sekolah Dasar (SD) di Cumbi, Desa Warloka, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, mendapat perhatian khusus dari Polres Manggarai Barat.

Menurut Kapolres Manggarai Barat AKBP Julisa Kusumowardono, pelaku telah diamankan di Ruang Tahanan Polres Manggarai Barat. FW juga telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Pelaku dijerat dengan Pasal 81 Ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan denda lima miliar rupiah,” jelasnya, saat menggelar jumpa pers, di Mapolres Manggarai Barat di Labuan Bajo, Senin (11/2/2019).

Baca Juga:
Pria Beranak Dua Tega Perkosa Siswi SD di Pinggir Jalan dan Kebun Kopi

Dikatakan, terungkapnya kasus itu bermula dari laporan orangtua korban yang mendapatkan kabar bahwa anaknya telah diperkosa oleh pelaku, yang tak lain adalah tetangga mereka sendiri.

“Orangtuanya melaporkan. Atas laloran tersebut, kami melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap pelaku,” beber Julisa.

Dari keterangan korban, FW melakukan perbuatan bejatnya sebanyak dua kali, masing-masing pada Januari dan September 2018. Pria beranak dua itu melampiaskan nafsunya dengan bocah NDS di dua tempat berbeda.

"Pemerkosaan pertama terjadi di kebun kopi dan kedua di pinggir jalan. Pada pemerkosaan pertama yang terjadi pada bulan Januari 2018, pelaku memberikan atau mengiming-iming si anak dengan uang 20 ribu rupiah. Kemudian pada bulan September 2018, yang bersangkutan memaksa korban untuk bisa melakukan perbuatan seperti yang dilakukan sebelumnya, dengan ancaman melakukan pembunuhan terhadap keluarga si korban. Karena takut, si korban mengikuti seperti apa yang dikatakan tersangka," urai Julisa.

Sementara itu FW, kepada wartawan, juga mengakui perbuatannya. Ia melakukan perbuatan yang tidak pantas itu dengan sadar.

Reporter: Itho Umar

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar