Kisruh di Yayasan Dwijendra Denpasar Kian Memanas

Selasa, 27 November 2018 | 20:45 WIB
Share Tweet Share

Aksi demo mahasiswa di depan Yayasan Dwijendra, Jalan Kamboja Denpasar, Senin (26/11/2018). [foto: istimewa]

[DENPASAR, INDONESIAKORAN.COM] Lembaga pendidikan di bawah Yayasan Dwijendra, 'membara'. Bahkan terhitung untuk waktu seminggu, 27 November - 2 Desember 2018, aktivitas di Kampus Dwijendra Denpasar diliburkan.

Dari informasi yang dihimpun di lapangan, Selasa (27/11/2018), kasus ini bermula saat pengurus yayasan diganti. Sesuai keputusan Yayasan Dwijendra, Made Sumitra Candra Jaya selaku ketua yayasan sebelumnya diberhentikan dan digantikan oleh I Ketut Wirawan.

Namun, Sumitra Candra tidak mau meninggalkan yayasan dan tetap bertahan. Untuk mengantisipasi masuknya pengurus baru, Sumitra Candra bahkan menutup kampus.

Selanjutnya, karena situasi yang kurang kondusif, Rektor Dwijendra Dr Putu Dyatmikawati mengeluarkan Surat Pengumuman Nomor 1505/ UD/ II/ L/ XI/ 2018. Dalam surat tersebut, disebutkan kondisi kampus yang dalam kondisi tidak kondusif karena adanya permasalahan hukum antara pengurus yang lama dan yang baru.

Disampaikan pula, bahwa perseteruan antar pengurus yang lama dan baru ini juga masih dalam tahap persidangan di PN Denpasar. Karena itu, dalam surat tersebut, rektor melarang mahasiswa memasuki kampus terhitung sejak Selasa (27/11/2018) hingga Minggu (2/12/2018).

Pengumuman ini sekaligus menjawab pertanyaan mahasiswa, yang melakukan aksi demo di depan Yayasan Dwijendra Denpasar di Jalan Kamboja, Denpasar, Senin (26/11/2018). Dalam demo tersebut, mahasiswa mempersoalkan penyegelan kampus yang tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar