Ini Progres Pekerjaan Kementerian PUPR di Lombok

Selasa, 04 September 2018 | 00:34 WIB
Share Tweet Share

Presiden Jokowi mengunjungi rumah salah satu warga yang rusak, yang dibangun kembali menggunakan metode Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) di Dusun Wadon Desa Kekait, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. [foto: istimewa]

[MATARAM, INDONESIAKORAN.COM] Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melakukan pekerjaan fisik, baik perbaikan maupun pembangunan kembali, pascagempa Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Hingga Senin (3/9/2018), sudah banyak kemajuan yang telah dikerjakan oleh Kementerian PUPR. Progres pekerjaan jalan dan pembersihan jembatan, longsoran di KM 60-64 dan KM100 misalnya, sudah selesai.

Selanjutnya dari 12 jembatan yang diperbaiki, 10 jembatan sudah selesai di Kali Padet, Panggung, Lokok Koangan, Sapit II, Embar-Embar, Sokong A, Lempenge I, Luk I, Sidutan dan Segundi.

Adapun fasilitas publik, dari 972 yang dilaporkan rusak, 291 terverifikasi dan 56 sedang dikerjakan. Ditargetkan, fasilitas umum dan publik akan selesai pada akhir tahun 2019.

Baca Juga:
Presiden: Bangun NTB Kembali dengan Konstruksi Rumah Tahan Gempa

Demikian laporan Menteri PUPR RI, Basuki Hadimuljono, dalam Apel Siaga NTB Bangun Kembali, di Lapangan Sepakbola Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Senin (3/9/2018).

"Saat ini juga sedang dilakukan mobilisasi penempatan fasilitator dan pelatihan fasilitator untuk pembuatan rumah RISHA di 20 lokasi untuk percontohan bagi masyarakat," jelasnya.

"Untuk mendukung percepatan depo bangunan, akan dibangun di lokasi-lokasi strategis kecamatan, dengan harga yang terjangkau. Ditargetkan 6 (enam) bulan ke depan akan selesai dengan cara swakelola dan gotong royong," imbuh Basuki.

Sementara itu Kepala BNPB, Willem Rampangilei, mengakui bahwa verifikasi data rumah rusak masih terus dilanjutkan sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Meskipun belum semua mendapatkan dana stimulan, masyarakat sudah semangat membangun NTB kembali. Saya targetkan sampai akhir bulan ini (September) verifikasi selesai. Pemerintah sudah memberikan dana stimulan untuk tahap pertama sebanyak 5.293 rumah, yang diberikan Presiden kemarin," jelasnya.

Pendataan yang telah diverifikasi kemudian di-SK-kan Bupati, lalu pemerintah pusat langsung memberikan bantuan kepada korban gempa dalam bentuk tabungan.

"Diprioritaskan untuk rumah yang rusak berat mendapatkan bantuan dana stimulan sebesar Rp50 juta per rumah, bukan per kepala keluarga," tandas Willem.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar