Ihram Sulaiman Poros Tengah Caleg Donggo-Soromandi

Kamis, 26 Juli 2018 | 13:35 WIB
Share Tweet Share

Ihram Sulaiman, Calon Anggota DPRD Kabupaten Bima-NTB

Kata POLITIK lahir dari seluruh gejala interaksi sesuatu dengan seuatu yang lainya. Sehingga politik tidak dapat dipisahkan dengan segala aktivitas manusia. Berdasar pada kenyataan itu, maka penulis berpendapat bahwa perjanjian primodial antara Tuhan dengan manusia dialam rahimpun bisa dikatakan sebagai bentuk interaksi dan komunikasi politik. Dikala perjanjian itu mengandung banyak unsur, ada hak dan ada kewajiban yang harus dilaksanakan.

Sikap politik manusia dialam realitas (dunia) misalnya, dapat di lihat dari setiap tangisan pertama seorang bayi setelah dilahirkan. Setiap Manusia mulai dituntut agar melaksanakan perjanjian-perjanjian yang pernah ia sepakati bersama Tuhannya. Hal Ini sekaligus mengilustrasikan bahwa politik adalah bagian dari kehidupan manusia di muka bumi ini.

Hal ini senada dengan pandangan Aristoteles tentang Zoon Politikon, bahwa hakikat kehidupan sosial adalah politik.Politik bukanlah hanya diperuntukkan kepada orang-orang tertentu, sehingga yang lain harus pupus dan absen dari segala bentuk aktifitas politik.

Berdasar pada uraian diatas, maka pemuda dan masyarakat Donggo-Soromandi memiliki hasrat untuk mengutus putra-putri terbaik mereka agar mengambil bagian pada jalur politik multi level. Nasib Donggo-Soromandi sedang menjadi tema sentral dalam diskusi maupun dialog lintas generasi. Ada semacam mimpi besar yang belum terwujud, ada harapan gemilang yang ingin dicapai bersama.

Kenyataannya, Selama ini Donggo-Soromandi telah lama absen mengutus putra-putri merekapada perhelatan politik baik ditingkat kabupaten, Propinsi maupun Nasiaonal. Walaupun demikian, Donggo telah berhasil mengutus satu orang di kursi Dewan tingkat II. Tetapi menurut saya, itu tidak cukup membuat kita puas, karena kuantitas pemilih kita jauh memungkinkan kita menguasai kursi DPRD Kabupaten Bima. Kondisi inilah yang mengharuskanseluruh lapisan masyarakat merasa terpanggil untuk meretas krisisnya ruang aspirasi selama ini.

Sebagai pemerhati Donggo-Soromandi, penulis tentu mempunyai kewajiban untuk ikut serta dalam mengedukasi masyarakat kita, sehingga perjuangan dan ikhtiar mereka tidak sia-sia. Lewat tulisan ini, penulis ingin lebih berkonsentrasi pada pencalonan DPRD II Dapil III, khusus pada pendelegasian putra-putri terbaik Donggo-Soromandi yang memiliki peluang menang.

Saat ini putra-putri terbaik Donggo-Soromandi sedang berlomba-lombauntuk mencalonkan diri, walaupun menurut penulis kalkulasi politiknya masih lemah. Lemah maksudnya, adalah berusuha tampil tapi tidak membaca peluang menang. Jumlahnya tidak tanggung-tanggung bahkan setiap desa memiliki 2 hingga 4 orang calon.Kondisi ini seakan-akan merefleksi kembali kegagalan kita 2014 lalu yang nyaris kita tak punya utusan,padahal kita memiliki DPT yang sangat besar diDapilI dulu.Akan tetapi, kita tetap harus bersyukur bahwa itu pertandamereka semua peduli kepada tanah DonggoSoromandi.

Olehnya demikian, kita tidak perlu bersikap pesimis atau gelisah, karna ada cara yang harus dilakukan yaitu memastikan diantara mereka adalah salah satu yang memiliki peluang lolos. Berdasarkan pembacaan dan kajian penulis, bahwa ada satu orang kader terbaik Donggo, khusus yang berasal dari wilayah Soromandi selatan yaitu Ihram Sulaiman.

Kenapa harus Ihram Sulaiman?

Pernyataan diatasbukanlah hanya ilusi danfiktif, tetapi berdasar pada analisa dan simulasi politik yang matang. Masyarakat harus berani mengambil kepustusan tanpa harus melibatkanunsur primodial dan elektoral semata.Jika masyarakatDonggo-Soromandi ingin selamat dari marginalisasi perhatian dan pembangunan dari pemerintah daerah, maka kita harus siap menyatakan sikap, sekalipun sikap itu harus mendapat sanksi moril dari keluarga atau kerabat.

Pemilihan Legislatif tidak boleh disamakan dengan pemilihanditingkat desa yang lebih mendepankanhubungan kekeluargaan dan garis keturunan, karenaproses dan regulasidari keduanya sangatlah berbeda.Kita orang Donggo-Soromandiharus keluar dari rantai maut selama ini, yaitu rantai yang mengikat kitauntuk selalu “dane'e Tuna, kaihaangi, babu angi" dan semacamnya, sehingga kita berujung pada kegagalan yang amat pahit yang kesekian kalinya atau yang sering kita sebut dengan istilah “cua teekale'a".

Hal buruk diatas tentu tidak diharapkankan oleh kita semua. Oleh sebab itu penulis mengajak kita semua untuk berpikir realistis. Mari kita bunuh egosentris dan keakuan diri (kanahuweki), karena kita perlu kalkukator dan statistika politik yang terukur.Dengan begitu mimpi besar kita Bisa terwujud sesuai impian kita bersama.

Melewati berbagai diskursus yang pernah dibangun oleh pemuda dan masyarakat, sepertinya ada satu kesepakatan yang menarik,yang kemudian bisa dipakai sebagai alas pikirdalam menghadapi banjirnya para calon legislatif di Dapil III. Misalnya, khusus di wilayah Kecamatan Soromandi, ada kesamaan persepsi untuk mengutus 2 orang Caleg yang masing-masing diwakili oleh 1 orang di Soromandi Utara dan 1 orang lagi di Soromandi Selatan. Ini cukup rasional daripada kita membangi suara yang kemudian berujung pada kekosongan kursi di DPRD Kabupaten Bima.

Menurut pembacaan penulis di kutub utara soromandi sudah terbidik 1 orang yang akan bisa lolos kekursi DPRD Kabupaten Bima, sisanya adalah PR buat kita dalam menentukan putra-putri terbaik yang berada di kutub selatan Soromandi.

Tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada pemuda dan masyarakat Soromandi, ada satu sosok dalam kacamata penulis yang memiliki peluang menang dari tengah sederetan nama yang berada pada bursaCalon Legislatif Soromandi Selatan yaitu “Ihram Sulaiman”. Pasti ada yang bertanya kenapa bisa Ihram? Jawabanya karena Hanya Ihramlah yang memiliki kantong suara dasar yang jelas.

Ihram Sulaiman hadir bukan karena ambisi dirinya untuk berkuasa, tetapi beliau dicalonkan secara tunggal oleh masyarakat ditempat kelahirannya yaitu Wadukopa. Dukungankepadakepada Ihram Sulaiman, tidak hanya lahir dari masyarakat awam saja, tetapi juga datang dari tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, hingga dari kalangan Akademisi. Maka bisa dipastikania akan menang total di desanya sendiri.

Berdasarkan pada informasi yang penulis himpun, bahwa selain di Wadukopa, Ihram juga mendapat dukungan mutlak dari tanah kelahiran istrinya di Dusun Dori Dungga, yang DPTnyacukup dibilang sangat besar dan fantastis.Dukungan ini sekaligus melegitimasi posisi Ihram Sulaiman akan aman.

Walaupun posisi Bang Ferry (nama panggilan Ihram Sulaiman) terbilang aman, paling tidak dapat menjadi referensi dan bahan pijakan kita semua agar dukungan kita tidak salah arah. Oleh karena itu penulis tetap berharap bahwa dukungan kepada Bang Ferry terus mengalir dari luar Desa Wadukopa dan Dusun Dori Dungga. Sehingga pada akhirnya kita memiliki utusan yang mewakili jeritan Donggo-Soromandi selama ini.

Rasanya tak sedap bila kita semua tak mengenal Sosok Ihram Sulaiman. Seperti kata syair “tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta", syair ini tentu sudahsangat pupulis di telinga dan pikiran kita. Oleh karena itu, maka sangat penting penulis harus bercitra tentang beliau.
Mengawali ceritra ini, mungkin saya harus menggunakan kembali pertanyaan diatas, kenapa harus ihram yang diutus? Hal apa yang ada didalam dirinya sehingga ia dipromosikan menjadi calon DPRD? Simak jawabanyadibawah ini!

Siapa yang tidak mengenal Ihram Sulaiman atau Bang Ferry.Saat ini beliau adalah Pimpinan Media Mingguan Progres, yang selama ini ikut berkontribusi dalammemberi informasi dan mengedukasi publik. Beliau sudah bisa dianggap sebagai wartawan senior.Sebagai seorang wartawan sudah pasti iapopulerdimana-mana.Komunikasinya selama ini baik dengan pejabat dan birokrat maupun dengan masyarakat, bisa dibilang tanpa dinding penghalang.Maka tidak heran lagi kalau popularitasnyasangat tinggi.

Selain wartawan, beliau juga saat ini sedang menjabat sebagai Ketua Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) Cabang Bima, yang ikut andil dalam membasmi palaku kosrupsi yang telah mencuriuang negara di rebublik ini.Peranannyatidak bisa di sepelekan karena beliau sering berteriak ada maling bila ada pejabat yang terindikasimelakukan tindak pidana korupsi, hingga saat ini ia sedang mempresure kasus-kasus pejabat yang otaknya maling.

Belum sampai disitu. Karirnya dibidang poiltik misanya, beliau juga pernah menjadi Ketua bidang Humas di partai Nasional Demokrat (NasDem) diera kepemimpinan H. Syafruddin mantan Bupati Bima. Posisinya saat itu sangat penting, kontribusinya sangat besar, sehingga saat ini ia kembali dipercayakan untuk menjabat sebagai Wakil Ketua Advokasi Partai NasDem Kabupaten Bima.Artinya, bahwa Bang Ferry Ihram dimandatiroleh Partai Nasdemuntuk mencalonkan diri di DapilIII, bukanlah karena ia dicomot sana-sini, melainkan karena kapabilitas dan pengabdianya kepada Partai.

Lalu bagaimana peranan beliau untuk kepentingan Donggo-Soromandi (Dou Donggo)? Penulis tidak berani menilai berlebihan, tetapi paling tidak harus diangkat walaupun secuil, sehingga masyarakat bisa mengenal dia lebih dekatagarmasyarakat tidak salah pilih.

Selama ini kita semua pasti tau, bahwa Ihram Sulaiman tidak pernah absen dalam agenda ke-Donggoan. Misalnya, sekalipun ia tidak tidak punya otoritas untuk menawarkan pembangunan diDonggo-Soromandi,tetapi ia memiliki suara lantang lewat gerakan dan aksinya,termasuk diforum-forum publik yang kemudian mempresure atau mendorong pembangunan yang ada di tanah Donggo-Soromandi. Selain itu, beliau juga selalu ambil bagian dalam membantu menyelesaiakan konflik dan gesekan sosial baik yang terjadi antar sesama Donggo maupun Donggo dengan orang luar. Bisa dibilang disitu ada donggo disitu juga ada Ihram Sulaiman.

Disamping itu, masyarakat harus tau bahwa beliau adalah orang yang sederhana dan merakyat. Komunikasinya cair dan tidak pandang pilih untuk semua level. Beliau pandai bergaul dengan siapaun, entah dengan pejabat, pemuda, mahasiswa hingga masyarakat awam. Gayanya santai dan melebur dengan semua kalangan.

Dibalik kesederhanaanya, Ihram Sulaiman menurut Penulis memiliki pribadi yang mulia, beliau tidak pernah menjelekkan apalagi membunuh karakter orang lain,justru beliau selalu mengangkat orang sesama Donggo. Hal ini sebenarnya saya pernah alami ketika dulu sayapernah bersama dengan dirinya.Beliau selalu mengajak saya untuk bertemu dengan pejabat-pejabat yang ada di Kabupaten Bima, lalu beliau memperkenakan saya dengan bahasa sanjungan yang terkadang saya merasa bahwa ia berlebihan juga. Pendapat saya, walaupun ia memuji dengan kalimat yang berlebihan, tetapi disisi lain saya bersyukur karena beliau memiliki semangat untuk mengangkat satu sama lain. Penulis juga yakin bahwa beliau pernah melakukan hal yang sama kepada kalian yang pernah dekat denganya.

Menurut hemat penulis, yang lebih menarik untuk diangkat juga adalah kedekatan Ihram Sulaiman dengan generasi muda khusus mahasiswa yang bergabung dalam Himpunan Mahasiswa Donggo-Soromandi (Himdos) Bima. Beliau juga bisa dibilang tim perintis dari lembaga ini. Hingga sekarang ia masih menjabat sebagai pembina di Himdos. Mungkin, sudah barang tentu beliau pasti berpartisipasi di setiap agenda dan program kerja teman-teman mahasiswa. Menurut penulis tidak ada argumentasi apapun yang akan membantah kenyataan tersebut.

Dari sepanjang ceritrasingkat diatas, baik mulai dari besaarnya dukungan hingga kepeduliannya kepada DanaDonggo, maka bukan sesuatu yang mengagetkan jika ia dimandatir secara tunggal oleh Wadukopa dan Doridugga. Sehingga penulis bisa berkesimpualan bahwa beliau adalah tepat dikatakan sebagai “Poros Tengah” atau jalan keluar yang layak diutus untuk mewakili Donggo-Soromandi, lebih khusus untuk Soromandi Selatan.

Ditulis Oleh: Pemuda Pemerhati Donggo Soromandi

Editor: Aurelia A.


Berita Terkait

Opini

Guru adalah Kita Semua

Kamis, 03 Agustus 2017

Komentar