Irak Pulih, Peluang Indonesia Perkuat Kerja Sama

Rabu, 11 Juli 2018 | 18:26 WIB
Share Tweet Share

Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo, saat menerima Juru Bicara Perdana Menteri Irak, Mr Dr Zuhair Al Naher, di Ruang Kerja Ketua DPR RI, Jakarta, Rabu (11/07/18). [foto: istimewa]

[JAKARTA] Seiring kondusivitas dan perdamaian yang berlangsung di Irak, akan banyak membuka peluang kerja sama antara Indonesia dengan Irak.

Sebagai negara yang sedang sibuk membangun negerinya, Irak sangat membutuhkan jasa konstruksi dan power plan. Indonesia harus bisa mengambil peluang tersebut.

Demikian ditegaskan Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo, saat menerima Juru Bicara Perdana Menteri Irak, Mr Dr Zuhair Al Naher, di Ruang Kerja Ketua DPR RI, Jakarta, Rabu (11/07/18).

"Kondisi Irak yang sedang membangun negerinya setelah berhasil ke luar dari jeratan ISIS dan berbagai konflik lainnya, merupakan peluang besar bagi Indonesia untuk membangun berbagai kerja sama. Kini ada peluang besar bagi Indonesia untuk ikut terlibat membantu Irak memulihkan aktifitas perekonomiannya," ujar Bamsoet, sapaan akrab Bambang Soesatyo.

Sebagai negara yang memiliki cadangan Migas terbesar dunia, ia menganggap Irak memiliki posisi penting bagi Indonesia.

Kesempatan tersebut telah diambil PT Pertamina untuk melakukan kegiatan eksplorasi produksi Migas di Irak. Bahkan di sana, Pertamina memiliki potensi cadangan minyak sebesar 16 miliar barel.

"Saya harap kerja sama baik yang sudah terjalin seperti dalam eksplorasi Migas yang dilakukan Pertamina, bisa terus ditingkatkan. Jadikan ini sebagai pintu untuk masuknya kerja sama di bidang lain. Jika Indonesia dan Irak bisa saling menguatkan, saya yakin prospek hubungan kita ke depan tidak akan bisa digoyah oleh kondisi apapun," tegas Bamsoet.

Mantan Ketua Komisi III DPR RI ini mengatakan, saat ini Irak telah ke luar dari masa sulit karena berhasil menghadapi ISIS.

Dalam recovery membangun negerinya, Irak membutuhkan banyak kerja sama dari berbagai negara, termasuk dari Indonesia. 

"Tadi Mr Zuhair mengatakan bahwa mereka di Irak sangat terbuka dalam menerima investasi maupun kerja sama lainnya dengan Indonesia. Pertamina sudah mengambil peluang di bidang Migas. Karena saat ini Irak sedang recovery, mereka sangat membutuhkan jasa konstruksi dan power plan. Tinggal sekarang bagaimana kita bisa memanfaatkan peluang ini dengan baik," tutur Bamsoet.

IMG-20180711-WA0050_1531308413357

Menutup pertemuan, politisi Partai Golkar ini berharap perdamaian di Irak selalu tetap terjaga. Jangan sampai ada lagi konflik kekerasan maupun perang yang merenggut banyak korban. Kedamaian di Irak, disebutnya merupakan bagian dari kedamaian dunia.

Disebutkan, sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB Periode 2019-2022, Indonesia punya peran dan tanggung jawab yang besar dalam mewujudkan keamanan dan perdamaian dunia.

Terlebih, Indonesia merupakan negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, menjadikan Indonesia punya posisi penting dalam mempertahankan dan mewujudkan perdamaian di berbagai negara berpenduduk muslim lainnya.

"Karena itu, kondusivitas yang saat ini sudah terwujud di Irak, semoga bisa tetap terus dijaga dengan baik," pungkas Bamsoet.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar