Komponen Masyarakat Bali Desak DPR RI Sahkan UU Anti Terorisme

Rabu, 16 Mei 2018 | 09:43 WIB
Share Tweet Share

Berbagai komponen masyarakat Bali menggelar doa bersama sekaligus mengeluarkan pernyataan sikap mendesak pengesahan UU Anti Terorisme. [foto: istimewa]

[DENPASAR] Komponen masyarakat Bali mendesak DPR RI segera mengesahkan UU Anti Terorisme.

Desakan ini menjadi salah satu poin pernyataan sikap komponen masyarakat Bali, yang disampaikan pada doa bersama di Monumen Bajra Sandhi, Renon, Denpasar, Selasa (15/5/2018).

Pada kesempatan tersebut, Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Bali Nyoman Gede Antaguna, membacakan pernyataan sikap yang berisi tiga poin, yang dilanjutkan penandatanganan pernyataan sikap oleh peserta yang hadir.

Adapun isi pernyataan itu adalah pertama, tidak terpancing atau terprovokasi oleh ujaran kebencian yang berbau SARA, ajaran dan ideologi ektrem-radikal di media massa dan media sosial.

Kedua, menjaga keamanan dan situasi, kondisi lingkungan masing-masing secara gotong - royong dan penuh persaudaraan.

Ketiga, mendesak serta mendorong pemerintah dan DPR RI untuk menetapkan UU Anti Terorisme. Dan bilamana perlu, memohon kepada Presiden agar Perppu Anti Terorisme bisa diterbitkan, guna penindakan tegas terhadap kejahatan terorisme di Indonesia.

Adapun berbagai komponen masyarakat Bali itu berasal dari lintas agama, organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan dan mahasiswa.

Di antaranya PHDI Provinsi Bali, DPW NU Provinsi Bali, PW Muhammadiyah Provinsi Bali, IKAWANGI Dewata, Gereja Protestan Provinsi Bali, Pemuda Muhammadiyah, DPD PA GMNI Bali, DPC GMNI Denpasar, Peradah, KMHDI, Taruna Merah Putih, Banteng Muda Indonesia (BMI), Baladika, Laskar Bali, DPD KNPI Bali dan BEM Universitas Warwadewa.

Hadir pula sejumlah tokoh masyarakat, seperti Wayan Koster dan Ketua PHRI Provinsi Bali Tjok Oka Arta Ardana Sukawati.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar