Radikalisme Menguat, Kinerja BNPT Harus Dievaluasi

Selasa, 15 Mei 2018 | 16:03 WIB
Share Tweet Share

Direktur Eksekutif 98 institute, Sayed Junaidi Rizaldi

[JAKARTA] Maraknya serangan teroris terhadap kantor kepolisian dan rumah ibadah yang menyebabkan korban jiwa dari pihak kepolisian dan masyarakat beberapa hari ini mendapat tanggapan beragam dari publik luas termasuk dari Direktur Eksekutif 98 institute, Sayed Junaidi Rizaldi.

“Pelaku sekeluarga ini mencerminkan bahwa ideologi radikal sudah menancapkan kukunya secara kuat dimana mampu menggerakkan sekeluarga yang secara ekonomi mapan untuk mengorbankan diri atas nama ideologi,” kata Sayed atau yang akrab disapa Pakcik itu dalam keterangan persnya di Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Menurut Pakcik , keluarga itu jelas jelas-jelas tidak punya jiwa patriotisme dan nasionalisme sebab apa yang mereka lakukan jelas demi mencapai tujuan ideologis mereka, biar NKRI terpecah. Satu hal lagi, jika WNI yang pulang dari negara-negara Timur Tengah juga harus diverifikasi, filter kembali dan dipertanyakan komitmennya terhadap NKRI melalui fakta integritas misalnya.

“Dan kejadian teror ini yang bertepatan dengan 20 tahun reformasi sehingga reformasi ternyata memang belum menemukan jiwanya,” ujar Sayed.

Karena itu, Sayed menegaskan bahwa kinerja Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) perlu dievaluasi mendasar dan Kepala BNPT Suhardi Alius harus memberikan pertanggungjawabannya secara terbuka .

“Sebab lembaga ini dibentuk untuk menjadi garda terdepan dalam hal penanggulangan teroris,” tambahnya.

Selain itu, Sayed menyayangkan, kasus bom yang terjadi banyak diseret ke ranah politik terkait dengan kontestasi politik 2019. Padahal sebenarnya, kejadian terorisme ini murni perbuatan teroris.

“Saya melihat akibat kejadian kejadian ini ada upaya adu domba ditingkat elite politik antara pro Jokowi dan pro Prabowo,” pungkasnya.

Editor: Mus

Tag:

Berita Terkait

Komentar