Presiden Perintahkan Kapolri Jangan Ada Kompromi

Senin, 14 Mei 2018 | 12:36 WIB
Share Tweet Share

Presiden Jokowi saat menyampaikan pernyataan sikap terkait aksi teror bom di Poltabes Surabaya, Senin (14/5/2018) pagi. [foto: istimewa]

[JAKARTA] Menanggapi aksi teror bom di Poltabes Surabaya, Senin (14/5/2018) pagi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menyampaikan pernyataan sikap.

Sebagaimana rilis yang diterima indonesiakoran.com, ada enam poin pernyataan sikap yang disampaikan Presiden Jokowi.

Pertama, setelah kejadian di tiga lokasi di Surabaya kemarin, tadi malam ada satu kejadian lagi di Sidoarjo, dan pagi ini terjadi lagi bom bunuh diri di Polrestabes, Surabaya lagi.

Kedua, tindakan ini adalah tindakan pengecut, tindakan yang tidak bermartabat, tindakan yang biadab.

"Dan perlu saya tegaskan lagi, kita akan lawan terorisme, dan kita akan basmi terorisme sampai ke akar-akarnya!" tegasnya.

"Ketiga, saya perintahkan kepada Kapolri untuk tegas, tidak ada kompromi, dalam melakukan tindakan-tindakan di lapangan untuk menghentikan aksi-aksi teroris ini," tandas Presiden Jokowi.

Keempat, Presiden Jokowi juga meminta kepada DPR dan kementerian-kementerian yang terkait, yang berhubungan dengan revisi UU Tindak Pidana Terorisme, yang sudah diajukan pada bulan Februari 2016 yang lalu, untuk segera diselesaikan secepat-cepatnya, dalam masa sidang berikut, yaitu pada 18 Mei yang akan datang.

"(Kelima) Ini merupakan sebuah payung hukum yang penting bagi aparat, bagi Polri untuk bisa menindak tegas terorisme, dalam pencegahan maupun dalam penindakan," kata Presiden.

"(Keenam) Kalau nantinya di bulan Juni 2018, di akhir masa sidang, belum segera diselesaikan, saya akan keluarkan Perppu," pungkasnya.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Nasional

Bom Kampung Melayu Berbahan TATP

Sabtu, 27 Mei 2017

Komentar