Kawin dengan Bule Karena Cinta, Bukan Harta

Sabtu, 14 April 2018 | 15:59 WIB
Share Tweet Share

Dewan Pengawas Perca Indonesia, Rulita Anggraini. [foto: indonesiakoran.com/ san edison]

[DENPASAR] Puluhan anggota Masyarakat Perkawinan Campuran (Perca) Indonesia, menghadiri Diskusi dan Konsultasi Tentang Warisan dan Surat Wasiat untuk Keluarga Perkawinan Campuran, di Swiss-Belhotel Rainforest, Jalan Sunset Road 101 Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu (14/4/2018).

Dalam acara tersebut terungkap, jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang menikah dengan bule sebanyak lebih dari 1300 orang. Jumlah ini hanya yang tercatat sebagai member Perca Indonesia.

Ditemui di sela-sela kegiatan tersebut,
Dewan Pengawas Perca Indonesia Rulita Anggraini, membeberkan alasannya menikah dengan warga negara asing (WNA), termasuk suka - dukanya.

Soal alasan menikah dengan pria asing, diakuinya lebih karena cinta dan bukan karena faktor harta.

"Kenapa nikah ama warga asing? Ya, karena cinta, bukan karena harta. Jadi jelas, karena jodoh," tutur Rulita Anggraini.

Menurut dia, dirinya sempat mengenyam pendidikan di Amerika Serikat. Namun selama di Negeri Paman Sam, dia tak memikirkan untuk memiliki pasangan seorang bule.

Justru, ia jatuh cinta dengan pria asing, saat kembali ke Jakarta. Kebetulan, ia dan sang pujaan hati ketika itu, bekerja di perusahaan yang sama.

"Kami ketemu di Jakarta, karena sama-sama bekerja di perusahaan yang sama. Sama seperti yang lainnya, ya, kami jatuh cinta. Dan karena merasa cocok, akhirnya memutuskan menikah," kenang Rulita Anggraini.

Kini, mantan ketua Perca Indonesia dua periode itu sudah dikaruniai tiga anak. Anak sulungnya sudah dewasa, dan memilih kewarganegaraan Indonesia.

"Saya sudah 25 tahun menikah. Kami punya 3 anak, dan anak pertama pilih menjadi WNI. Duanya belum, karena masih di bawah umur," urai Rulita Anggraini.

Soal suka-duka kawin beda negara, ia mengaku, selama 25 tahun pernikahan, kehidupannya bersama keluarga sangat bahagia.

"Kebetulan saya bertemu orang asing yang cinta Indonesia. Kami kompak didik anak-anak, meski dua budaya, tapi karena kita tinggal di Indonesia, ya didik anak ala Indonesia," ucapnya.

Soal suasana dukanya, Rulita Anggraini bercerita tentang masa - masa awal di mana suami dan anaknya yang masih kecil harus bolak - balik ke Jakarta dan negara asal suami.

"Dulu sering bermasalah soal izin tinggal suami. Dulu kan belum ada kewarganegaraan ganda. Ketika itu, anak saya yang baru lahir, ikut kewarganegaraan bapaknya," ucapnya.

"Suami hanya bisa tinggal di Indonesia, kalau bisa ada izin kerja. Nah, pada saat tidak ada kontrak kerja, dia hanya bisa tinggal dengan visa turis. Kasian anak saya, ikut bapaknya ke luar negeri," imbuh Rulita Anggraini.

Setelah melewati fase itu, Rulita Anggraini bersama suami dan anak-anaknya menjalani kehidupan yang bahagia hingga saat ini.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar