Nyepi, Bali "Puasa" Internet Sehari

Selasa, 13 Maret 2018 | 21:12 WIB
Share Tweet Share

Gubernur Bali Made Mangku Pastika, saat memberikan sambutan pada Rapat Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Bali, Selasa (13/3/2018). [foto: istimewa]

[DENPASAR] Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1940, tanggal 17 Maret 2018, dipastikan akan berbeda dari perayaan tahun - tahun sebelumnya.

Pasalnya untuk Hari Raya Nyepi kali ini, bukan hanya layanan radio dan televisi yang dimatikan selama 24 jam. Layanan internet juga akan dimatikan selama sehari penuh di Pulau Dewata.

Hanya saja amati internet (puasa internet) ini, menurut Gubernur Bali Made Mangku Pastika, baru sebatas ponsel pribadi.

“Amati internet, baguslah. Hanya mungkin, hanya ponsel pribadi. Yang lain sih, tidak,” kata Pastika, saat ditemui usai Sidang Paripurna Istimewa di Gedung DPRD Provinsi Bali, di Renon, Denpasar, Selasa (13/3/2018).

Mangku Pastika menyebut, Nyepi tanpa jaringan internet ponsel (telepon seluler), akan berlangsung selama 24 jam.

"Ini akan berlangsung 24 jam," jelas mantan Kapolda Bali itu.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bali I Nyoman Sujaya, secara terpisah.

Ia mengatakan, keputusan terkait amati internet ini sesuai dengan Seruan Bersama Majelis Keagamaan dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Bali.

"Senin (12/3/2018) kemarin disepakati, yang sudah pasti internet di handphone (ponsel) akan mati dan semua operator sudah menyanggupi," ujar Sujaya.

Menurut dia, rapat membahas penghentian internet saat Nyepi ini, telah dilaksanakan di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Senin (12/3/2018) lalu.

Rapat itu dihadiri unsur Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Kementerian Agama, semua operator seluler di Provinsi Bali, Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII).

"Jaringan internet yang mati saat Nyepi adalah untuk smartphone atau android,” tandasnya.

Sujaya menambahkan, internet untuk pelayanan publik yang berkaitan dengan keamanan, kesehatan, kebencanaan, dan bandara tidak dipadamkan, termasuk dengan e-Gov Provinsi Bali.

Kementerian Komunikasi dan Informatika, kata dia, telah membuat surat edaran untuk masing-masing operator, termasuk asosiasinya untuk menindaklanjuti Seruan Bersama Majelis Keagamaan di Bali. Surat tersebut telah disebarkan, Selasa (13/3/2018).

Khusus untuk "wifi" di rumah-rumah, saat ini masih dikaji APJII, khususnya terkait teknis bagaimana menghentikan internetnya dan akan dibahas di Jakarta.

"APJII masih mengkaji. Kalau tidak bisa dilaksanakan sekarang, ya mungkin tahun depan, dan itu harus disiapkan dengan baik. Yang jelas, semua tanggapannya bagus," tegas Sujaya.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar