Amelia: Kemenkes Gagal Atasi Serangan Wabah Difetri

Jumat, 12 Januari 2018 | 22:19 WIB
Share Tweet Share

amelia

[JAKARTA]-- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) gagal melakukan gerakan promotif dan preventif wabah penyakit difteri. Akibatnya, difteri mewabah di sejumlah daerah di Indonesia. Bahkan saat ini, 170 kabupaten kota di 30 provinsi warganya terkena penyakit difteri.

Data Kemenkes menunjukkan, sedikitnya terdapat 622 kasus, bahkan 32 di antara warga yang terserang difetri meninggal dunia. Kurun waktu Oktober-Nopember 2017, ada 11 provinsi yang melaporkan terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) difteri.

Provinsi yang melaporkan KLB difetri antara lain Sumatra Barat, Aceh, Jawa Tengah, Sumatra Selatan, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Riau, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur dan DKI Jakarta.

Menanggapi masalah KLB wabah difetri di tanah air, anggota Komisi IX DPR RI yang membidangi kesehatan dan tenaga kerja, Amelia Anggraini mengkritik kinerja Kemenkes yang tidak mampu melakukan langkah preventif.

“Mohon maaf, Kemenkes gagal melakukan gerakan promotif dan preventif. Ini harus dievaluasi karena difetri telah menimbulkan kepanikan di masyarakat, tidak hanya domestik, tapi juga menjadi sorotan dunia internasional,” papar Amelia dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Menkes, pekan ini.

Padahal, kata wakil rakyat dari Dapil Jawa Tengah ini, Edaran Kewaspadaan Difteri telah diedarkan sejak awal 2015. Amelia menyayangkan Pemerintah Daerah yang tidak menindaklanjuti peringatan kewaspadaan ini secara baik sehingga penyebaran difteri tidak mampu diminimalisir. “Edaran Kemenkes dianggap angin lalu oleh daerah,” keluh Amelia.

Difteri merupakan penyakit infeksi yang disebabkan bakteri Corynebacterium Diptheriae. Bakteri ini berbahaya karena menular dan dapat mengakibatkan kematian.

Sumbatan saluran nafas atas toksinnya yang bersifat patogen menyerang korban difetri. Akibatnya, korban bakal kena komplikasi miokarditis yaitu peradangan pada lapisan dinding jantung bagian tengah serta gagal ginjal, gagal napas dan gagal sirkulasi. [A3]

Editor: Akhir Tanjung

Tag:

Berita Terkait

Komentar