Ketua NasDem Kota Malang Gagal Usung Cawali

Kamis, 11 Januari 2018 | 13:02 WIB
Share Tweet Share

ilustrasi

[MALANG] Partai NasDem terlempar dari gerbong koalisi pengusung Nanda-Wanedi, bakal paslon Pilwali Malang 2018. Tercoretnya NasDem gara-gara ketidakhadiran Ketua DPD Partai NasDem Kota Malang M Fadli saat pendaftaran di KPU.

"Pasti akan ada koreksi, dengan kejadian itu," kata Ketua DPW Partai NasDem Jawa Timur Rendra Kresna, Kamis (11/1/2018).

Menurut Rendra, bukan hanya sekedar koreksi terhadap kadernya yang dianggap membangkang. Akan tetapi akan sanksi yang juga bisa diberikan. 

"Tidak hanya koreksi, tapi pasti ada sanksi organisasi," tandas Rendra yang juga menjabat Bupati Malang ini.

KPU Kota Malang mencoret NasDem sebagai partai pengusung paslon Nanda-Wanedi. Mengacu kepada Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2017 tentang pemilihan kepala daerah.

Bahwa di Pasal 39 ayat 5 dan 7, pimpinan dan pengurus partai pengusung wajib hadir saat pendaftaran paslon.

Ketua DPD Partai NasDem Kota Malang M Fadli mengaku, dirinya tak hadir karena berangkat ke Jakarta usai mengikuti deklarasi koalisi parpol pengusung Nanda-Wanedi.

Keberangkatan dirinya ke ibukota mengambil surat mandat dari DPP untuk surat kuasa wakil sekretaris DPD Partai NasDem Kota Malang, agar bisa menandatangani surat pernyataan mengusung paslon dengan akronim Menawan (Menangkan Nanda Wanedi) itu.

"Sekretaris saya umrah, percuma ketika saya hadir saat pendaftaran juga tak akan bisa tanda tangan karena surat mandat bagi wakil sekretaris tidak ada sebagai pengganti," ujarnya terpisah. 

Fadli tetap menganggap keputusannya sudah benar dan tepat. Sehingga tak mungkin mendapatkan sanksi dari partai yang membesarkannya. 

"Tidak ada dan tidak mungkin (sanksi)," tandas anggota Komisi D DPRD Kota Malang ini.

Fadli bersama pengurus DPC Partai Hanura Kota Malang datang ke KPU menjelang masa pendaftaran habis. Tujuannya, memberikan surat mandat wakil sekretaris, agar NasDem bisa tetap menjadi partai pengusung. 

Sayang hingga melebihi pukul 12 malam, keinginan Fadli tak terwujud. KPU tetap memegang keputusan awal hanya empat parpol pengusung Nanda-Wanedi, yakni PDIP, Hanura, PAN, dan PPP.detik 

Editor: Mus


Berita Terkait

Komentar