Pengacara Senior: Mendikbud Sebaiknya Mundur

Kamis, 07 Desember 2017 | 16:00 WIB
Share Tweet Share

Advokat Senior Petrus Bala Pationa, bersama para jurnalis senior yang tergabung dalam Perhimpunan Jurnalis (PENA) NTT di Bali, saat berbincang-bincang soal statemen Mendikbud RI Muhadjir Effendy, di Denpasar, Bali, Kamis (7/12/2017). [foto: istimewa]

[DENPASAR] Pengacara senior, Petrus Bala Pattyona, melontarkan kritik pedas terhadap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Muhadjir Effendy.

Menurut dia, sangat tidak etis seorang menteri yang bertanggungjawab atas kualitas pendidikan di Indonesia, justru membuat pernyataan yang kemudian menciptakan kegaduhan.

Apa yang dilontarkan Mendikbud, kata Petrus, terkesan mempersoalkan survei yang dilakukan lembaga internasional selevel PISA (Program for International Students Assesement).

Parahnya, Mendikbud malah mengambinghitamkan NTT, yang seolah - olah sebagai biang bobroknya kualitas pendidikan di Indonesia sebagaimana hasil survei PISA.

"Sangat fatal ketika Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, malah mempersoalkan hasil survei PISA, apalagi seolah - olah menempatkan NTT sebagaimana pemicu buruknya kualitas pendidikan secara nasional," ujar Petrus, di Denpasar, Kamis (7/12/2017), saat berbincang-bincang dengan Perhimpunan Jurnalis (PENA) NTT di Bali.

Ia berpandangan, sebuah penelitian atau survei, apalagi dilakukan oleh sebuah lembaga internasional, jelas memiliki metode ilmiah dan tidak asal - asalan dalam penentuan sampel.

"Belum tentu juga dalam surveinya, PISA mengambil NTT sebagai sampel. Anggaplah sampelnya benar NTT, semestinya Mendikbud menjadikan itu sebagai cambuk untuk memperbaiki kualitas pendidikan di NTT khususnya. Yang repot, bagaimana jika PISA dalam surveinya tidak mengambil NTT sebagai sampel? Jelas pernyataan Mendikbud menjadi fatal," tandas Petrus.

Ia menambahkan, andai survei itu benar mengambil sampel siswa-siswa NTT, maka itu menggambarkan bahwa Mendikbud telah gagal menjalankan tugasnya selama ini.

"Akan lebih terhormat jika Pak Menteri mengundurkan diri, karena ternyata ia gagal menjalankan tugasnya. Apalagi jika pernyataannya salah, maka pilihan terbaik adalah mundur. Daripada dipecat Presiden," tegas pengacara senior asal Lamalera, Lembata, Provinsi NTT ini.

Ia menambahkan, statemen Mendikbud sama dengan menepuk air dalam dulang. "Itu kan sama saja Pak Menteri menampar dirinya sendiri. Lebih elegan kalau Pak Menteri mengundurkan diri," pungkas Petrus.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar