Pengamat: Ciptakan Kegaduhan, Mendikbud Sedang Menelanjangi Diri

Rabu, 06 Desember 2017 | 21:11 WIB
Share Tweet Share

Aksi jurnalis dan mahasiswa NTT di Bali, Rabu (6/12/2017, yang mengecam pernyataan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. [foto: indonesiakoran.com/ san edison]

[JAKARTA] Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Muhadjir Effendy, dinilai telah mengeluarkan pernyataan yang dapat menciptakan kegaduhan di tengah masyarakat, khususnya masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hal ini sebagaimana dilontarkan Pengamat Komunikasi Politik dari Lembaga Analisis Politik Indonesia (API) Maksimus Ramses Lalongkoe, saat dihubungi melalui saluran telepon, di Jakarta, Rabu (6/12/2017).

Mendikbud, demikian Ramses, seharusnya mempertimbangkan berbagai aspek termasuk aspek etis dalam menyampaikan pendapat ke publik, apalagi yang menyangkut harkat dan martabat warga suatu daerah.

"Pernyataan Mendikbud itu memang ramai dibicarakan. Saya kira dari aspek etis dalam komunikasi, penting dipertimbangkan Pak Menteri agar pernyataan itu tidak menciptakan kegaduhan di tengah masyarakat, khususnya masyarakat NTT," ujar Ramses.

Menurut Dosen Universitas Mercu Buana Jakarta itu, seharusnya Mendikbud menyelesaikan permasalahan pendidikan di NTT, bukan malah memberikan memberikan pernyataan ke publik yang justru membuat pihak lain merasa direndahkan.

Ramses juga menilai, pernyataan Mendikbud justru menelanjangi dirinya sebagai Menteri. Sebab, Menteri justru tidak mampu mendongkrak kualitas pendidikan di NTT.

"Tugas Mendikbud itu kan menyelesaikan persoalan pendidikan, termasuk bagaimana tingkat kualitas pendidikan. Kalau justru ucapannya seperti itu ke publik, malah itu sama saja menelanjangi dirinya," tandas Ramses.

Sebelumnya, Mendikbud menanggapi hasil survei Program for International Students Assesement (PISA) saat pertemuan di UNESCO, yang menyebutkan kualitas pendidikan di Indonesia berada pada ranking paling bawah.

"Saya khawatir yang dijadikan sample Indonesia adalah siswa-siswa dari NTT semua,” kata Muhadjir, sebagaimana dilansir sejumlah media online dan cetak, menanggapi hasil survei PISA tersebut.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar