Bali Rindu Mantra

Senin, 20 November 2017 | 11:58 WIB
Share Tweet Share

Wayan Puspa Negara, penulis.

Oleh: Wayan Puspa Negara
[Wakil Ketua Opini Publik DPD Partai Golkar Kabupaten Badung] 

Sosok Prof Ida Bagus Mantra, adalah pemimpin Bali sejati. Bali kuat di budaya, karena kekuatan daya pemimpin Prof Mantra, yang menjadi Gubernur Bali periode 1978–1988.

Saat memimpin Bali, Prof Mantra pernah mengatakan, "Kekuatan Rakyat Bali Berbudaya Adalah Karena Sesuhunan". Ini yang harus dijaga turun-temurun sepanjang massa, supaya Bali bisa bertahan.

Sejauh ini, tatanan masyarakat adat Bali sudah tumbuh baik. Namun hal itu perlu mendapat perbaikan, dengan sentuhan pemimpin yang memiliki spirit budaya sejati, untuk tetap tumbuh dan lestarinya peradaban dan budaya Bali.

Kini, seluruh rakyat Bali yang haus pertahanan dan pelestarian budaya itu, merindukan sosok Mantra. Untuk Prof Mantra kembali hadir, tentu sudah tidak mungkin lagi.

Namun darah 'trah' pertahanan dan pelestarian budaya Bali itu, kini hadir dalam denyut nadi dan darah Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, wali kota Denpasar yang juga putra Prof Mantra.

Sosok Prof Mantra yang bersih, santun, cerdas dan penuh kematangan spirit budaya kini seperti hadir kembali dalam pribadi Rai Mantra. Karena itu, tidak berlebihan jika rakyat Bali kembali merindukan sosok ini.

Kerinduan itu boleh jadi akan terjawab, mengingat ada wacana untuk mengusung Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra - Ketut Sudikerta (Dharma - Kerta), sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur pada Pilgub Bali 2018 mendatang.

Jika benar pasangan ini diusung, maka Dharma-Kerta adalah jawaban atas kebutuhan mendesak krama Bali Selanjutnya, Dharma-Kerta harus menang, demi penyelamatan, pertahanan, dan pelestarian budaya Bali.

Intinya jika Bali mau lestari, maka pilihannya hanya ada pada Dharma-Kerta. Memilih Rai Mantra sebagai Gubernur Bali, berarti memilih hidup sebagai manusia Bali. Rai Mantra cerdas, bersih, berwibawa, kharismatik, penuh spirit budaya Bali, serta wirausahawan beretika.

Apalagi sebagai catatan, masyarakat Bali sampai detik ini masih menempatkan Keluarga Brahmana sebagai orang yang amat sangat dihormati dalam setiap kegiatan adat budaya Bali.

Dengan demikian, maka posisi Rai Mantra adalah posisi hulu yang memang pada posisinya sebagai pemimpin masa depan Bali, karena masyarakat akan terus-menerus melaksanakan upacara adat dan agama yang membutuhkan kehadiran pemimpinnya, seperti karya mepedagingan dan lain-lain, di mana sentuhan tangan pemimpin dalam trah Brahmana menjadi terasa mantap secara skala dan niskala.-

Editor: Elnoy


Berita Terkait

Komentar