Pentingnya Etika Komunikasi

Selasa, 07 November 2017 | 11:54 WIB
Share Tweet Share

ilustrasi

Belum lama ini sebuah video berdurasi 6 menit dan 16 detik viral di media sosial dan menjadi perbincangan hangat warga Kota Kupang Khususnya dan warga Nusa Tenggara Timur umumnya. Video itu pertama kali diunggah oleh akun Facebook (FB) atas nama Joshandy Radja. Video tersebut diposting ke grup Viktor Lerik Bebas Bicara Bicara Bebas, pada Kamis 2 Novemver 2017. Selain telah dibagikan ratusan kali juga video itu sudah dikomentari ribuan orang. Dalam postingannya, Joshandy Radja menyertakan status, Di mana letak wibawa seorang pemimpin Tatkala seorang staff dan para preman jalanan seprti adi fanda bernada tdk pantas.

Dalam video tersebut terlihat sekelompok pria bersikap sangat tidak sopan terhadap Wakil Walikota Kupang, dr. Hermanus Man. Mereka membentak dan memarahi Wakil Walikota Kupang. Bahkan ketika berbicara, ada yang mengacungkan telunjuk menunjuk-nunjuk Wakil Walikota Kupang. Peristiwa tersebut terjadi di ruang kerja Wakil Walikota Kupang di Balai Kota Kupang, Kamis 2 November 2017. Sampai saat ini insiden itu masih menjadi topik pembicaraan warga netizen. 

Kejadian ini tentu sangat disayangkan sebab tak sepantasnya pejabat publik yang dipilih langsung oleh rakyat diperlakukan sewenang-wenang apalagi proses komunikasi tidak memperhatikan etika komunikasi sesuai dengan budaya ketimuran. Komunikasi merupakan hubungan interaksi antara dua orang atau lebih dalam tujuan tertentu, baik itu berinteraksi secara langsung, melalui telpon seluler, maupun media lainnya. Mengapa kita harus memahami pentingnya etika dalam berkomunikasi?

Pentingnya etika dalam berkomunikasi itu seringkali selalu terabaikan bagi sebagian orang mungkin karena sudah terbiasa dengan cara berkomunikasi dengan menggunakan bahasa standar seolah-olah tidak disaring terlebih dahulu kalimat atau bahasa yang seperti apa yang harus disampaikan "asal nyambung aja". harusnya kita pandai menyaring kalimat sebelum melakukan interaksi bagaimana cara berbicara dengan orang lain apalagi dengan pejabat negara. Etika komunikasi diperlukan juga untuk membantu menjernihkan pertimbangan agar bisa mengambil keputusan yang tepat sehingga menjadi sarana yang efektif dalam proses dialog. Kita berharap peristiwa yang dialami Wakil Walikota Kupang, dr. Hermanus Man tak terulang kembali di kemudian hari. 

Editor: Mus


Berita Terkait

Komentar