Bupati Manggarai Timur Tolak Tambang di Flores!

Sabtu, 04 April 2020 | 10:03 WIB
Share Tweet Share

Tambang Mangan

Menjadi perbincangan hangat di medsos dan media online soal persekongkolan demi golkan tambang semen di Lengko Lolok dan Luwuk. Saya sudah cek profil ase kae yang komen dukung tambang semen di Lengko Lolok dan Luwuk..... oh.... ternyata satu merek.

Tidak apa-apa beda asal jujur dan adil. Mengutip pendapat Pak Servas Panggur dalam sebuah diakusi terbatas, nestapa dan risiko-risiko tambang disebut oleh Audy (1985) sbg "Resource Curse!" Yakni zona tambang membawa petaka: miskin atau konflik; atau dua-duanya. Riset empirik Jeffrey Sachs (1994-1995) juga mendukung temuan dan kajian Audy (1985).

Terbukti dengan tambang mangan sebelumnya di Serise dan Lengko Lolok hanya meninggalkan lobang nganga dan kemiskinan....apa ada yang sejahtera dengan hadirnya tambang mangan tersebut??? Wah, malah warga sekitar tambang terancam direlokasi. Di kemanakan?

Tahukah kalian bahwasanya pertambahan jumlah penduduk tidak berbanding lurus dengan luas lahan yang layak huni? Nah, kenapa ngotot membuat hancur lahan yang selama ini sudah layak huni??

NTT sekarang sedang getol bergerak ke arah peningkatan pemanfaatan lahan kering, karena memang agraris. Mengapa Bupati Agas arahnya malah berlawanan? Inikah yang namanya cerdas, hebat, pintar?Astaga!

Belajar dari sejarah panjang penolakan tambang mangan di Serise dan Lengko Lolok hingga keluar moratorium, dan menilik dampak tambang mangan yang lebih banyak mudarat daripada manfaatnya bagi Manggarai Timur, sudah seharusnya Flores steril dari tambang, termasuk Manggarai Timur.

Mengutip Einstein, "kebodohan mudah dijelaskan dg satu contoh yakni berulang-ulang melakukan hal atau cara yang jelas gagal dan bikin risiko/masalah. Bupati Manggarai Timur tolong camkan itu: Tolak tambang mangan dan semen di wilayah kita.

Penulis

Yon Lesek

Editor: Odorikus


Berita Terkait

KOLUMNIS

The End of History Bagi PHP

Senin, 20 November 2017
KOLUMNIS

Sesat Logika dan Gagal Paham di Pilgub NTT 2018

Kamis, 05 April 2018

Komentar