Percepat Pembangunan, Gubernur NTT Raker Bersama Kades dan Para Bupati

Jumat, 08 November 2019 | 00:22 WIB
Share Tweet Share

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat ketika berbicara dihadapan seluruh Kepala Desa, Camat, Bupati dan Walikota se NTT di GOR Oepoi Kupang, pekan lalu. (foto;Indonesiakoran.com/laurens leba tukan)

[KUPANG,INDONESIAKORAN.COM] Dalam rangka membangun sinergi dan pemahaman bersama demi mempercepat pembangunan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, pekan lalu menggelar rapat kerja bersama seluruh Kepala Desa, Lurah, Camat dan Walikota dan seluruh Bupati se-NTT, di GOR Oepoi Kota Kupang.

Saat itu Gubernur Laikodat meminta para lurah/kades/camat/bupati agar melakukan inovasi dan sinergitas dalam percepatan pembangunan menuju masyarakat sejahtera.

“Jadi kalau Gubernur hingga kades masih berpikir sebelum masehi, penyelenggaraan perizinan terkadang hingga 6-7 bulan. Izin kalau boleh 2 hari, kecuali tambang masih analisis AMDAL ini menjadi perhatian kita," kata Gubernur Viktor.

Menurutnya, pemerintah juga harus mendukung lima sasaran utama program Presiden Joko Widodo periode 2019-2024 yakni infarstuktur, sumber daya manusia (SDM), penyelenggaraan perizinan, reformasi birokarsi dan transformasi ekonomi.

Pemda Kabupaten/Kota harus memperhatikan barang apa saja yang diimpor dari daerah lain agar jika memungkinkan bisa diproduksi didaerah sendiri atau bekerja sama dengan daerah lain di NTT sebagai wujud masyarakat ekonomi NTT, apalagi di era revolusi industri 4.0, pengembangan ekonomi sudah mengarah kepada digitalisasi (serba online).

Diliingkup sektor pariwisata, Laiskodat meminta para bupati/wali kota hingga kepala desa dan lurah membuat narasi atraksi kebudayaan dan pariwisata. Adanya festival di suatu daerah, secara tidak langsung telah memiliki dampak ekonomi bagi masyarakat. 

“Mendukung pariwisata, perangkat pemerintah daerah bersama rakyat bisa menyiapkan penginapan dan restauran sehingga bisa mendongkrak kedatangan wisatawan,” katanya.

Lebih lanjut Viktor berjanji bagi kepala desa yang sukses dengan Bumdes, akan memfasilitasi para pengelola Bumdes untuk belajar ke luar negeri demi menambah referensi membangun daerah.

Untuk bidang pendidikan, kata Viktor, Pemprov NTT menyiapkan delapan sekolah unggulan untuk menghasilkan lulusan terbaik. Dia meminta pejabat di Dinas Pendidikan jika banyak yang tidak lulus maka harus legowo mengundurkan diri atau diberhentikan. Setiap kabupaten pun diharapkan membuat sekolah unggulan untuk mendukung Pemprov NTT.

Gubernur Laiskodat juga menegaskan, pencuri ternak di wilayah Sumba dan wilayah lainnya yang masih marak terjadi agar para pelauknya segera bertobat. “Bahkan bila terbukti dan telah mendapatkan status hukum, maka napi kasus pencurian ternak akan ditempatkan di LP di luar NTT,” katanya.

Dia mengingatkan para pelaku pencuri ternak agar segera bertobat. Pasalnya, sebagai mantan “penjahat” dia mengetahui cara kerja pencuri ternak yang meresahkan peternak dan masyarakat. “Selain Gubernur, saya ini profesor kejahatan, jadi jangan ajar saya,” tegasnya.

Di akhir sambutan, VBL berpesan jika membangun NTT maka paham primodialisme harus dikesampingkan. Pemimpin merangkul semua orang, tidak mengkotak-kotakan. Jika masih primordialisme NTT akan susah maju.

Raker yang mengusung tema “Sinergitas dan Kolaborasi Membangun NTT dimulai dari Desa dan Kelurahan untuk mewujudkan NTT Bangkit NTT Sejahtera” tersebut menghadirkan 1917 orang kepala desa, 194 orang lurah, camat (268), kabag pemerintah Kabupaten/kota (21), Bupati (16), dan Wakil Bupati (6). Total 2.401 kepala pemerintahan dari seluruh NTT.

Sebelumnya, Kepala Biro (Karo) Pemerintahan Setda NTT, Doris Rihi mengatakan para Kepala Desa dan Lurah, serta Camat yang hadir itu merupakan salah satu bukti adanya kebersamaan dalam memajukan NTT.

Menurutnya, tujuan utama raker tersebut adalah membangun desa termasuk ekonomi dalam konteks terpadu bersama Pemerintah Provinsi NTT menuju NTT bangkit. Dikatakannya, pemerintah tidak bisa berjalan sendiri dan membutuhkan sinergi, selaras dengan tema raker, yakni “Sinergitas dan Kolaborasi Membangun NTT dari Desa/Kelurahan”.

Dia menjelaskan jarak antara Gubernur dan kades berdasarkan kewenangan, cukup jauh. Melalui raker tersebut, para kades diharapkan memaparkan capaian program. Raker juga menjadi kesempatan bagi para kades mendengar instruksi dan sharing langsung dengan Gubernur Laiskodat. Desa menjadi perhatian serius karena hampir seluruh permasalahan sosial dan ekonomi ada di desa, yakni pengangguran, stunting, gizi buruk, dan kemiskinan.

Doris juga menjelaskan, ada empat Kepala Desa di NTT yang dinilai sukses yakni Kades Oenggaut Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao Jems R Sombu, Kades Kufeu di Kabupaten Malaka Lurensius Seran, Kades Lakmaras Kabupaten Belu Yustinus Bere Lelo dan Kades Mata Air di Kabupaten Kupang, Benyamin Kanuk.

Kepala Biro Humas dan Protokoler Setda NTT Marius Jelamu mengatakan, raker para kepala desa dan para camat dari 22 kabupaten/kota bersama Gubernur NTT merupakan yang pertama kali dilakukan. “Gubernur menyampaikan arah pembangunan dalam raker tersebut. Sebab, membangun NTT menjadi tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Reporter: laures

Editor: Jefri


Berita Terkait

Komentar