Enam SMK Jadi Percontohan Program Pendidikan Vokasi Toyota Astra

Rabu, 06 Desember 2017 | 16:41 WIB
Share Tweet Share

Petinggi Yayasan Toyota Astra & Kadin Indonesia bersama keenam kepala sekolah SM

[JAKARTA] Yayasan Toyota Astra (YTA) menunjukkan dukungan dunia industri pada dunia pendidikan dengan menginisiasi kerjasama dengan sekolah kejuruan di Indonesia. Sebagai program awal, YTA menggandeng enam SMK di wilayah Jawa dan Kadin Indonesia dalam Program
Percontohan Pendidikan Vokasi.

Program percontohan ini diawali dengan penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) yang dilaksanakan di Menara Kadin, Jakarta, Rabu (6/12/2017) sore.

Pihak YTA diwakili oleh Mintarjo Darmali sebagai Ketua YTA. Sementara itu, pihak sekolah diwakili oleh kepala sekolah dari keenam SMK. Enam sekolah tersebut adalah SMK Aryasatya Patik Raja, Banyumas, SMKN 1 Madiun, SMK PGRI 2 Ponorogo, SMK PN2 Purworejo, SMK Teknologi Manufaktur Indonesia Kuningan, dan SMK Tunas Harapan Pati.

"Uji coba atas program percontohan ini akan dimulai pada tahun ajaran 2018/2019. Kita berharap kerjasama ini akan meliputi perumusan sistem pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri," ulas Mintarjo dalam sambutan.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK Tunas Harapan Pati, Enny Wahyuningsih yang bertindak selaku perwakilan dunia pendidikan menyatakan apresiasi atas inisiasi YTA. Dia menjelaskan, upaya untuk menghasilkan lulusan yang siap kerja tidak bisa mengabaikan kebutuhan yang dibutuhkan kalangan industri.

"Setiap sekolah berharap agar lulusannya bisa sukses di dunia kerja dan siap untuk langsung diserap dunia kerja. Karena itu, kami menyambut baik inisitif Yayasan Toyota Astra untuk bekerja sama. Kami yakin program seperti ini akan mendukung dunia pendidikan kita," kata Enny.

Wakil Ketua Umum Bidang Ketenagakerjaan Kadin Indonesia Anton J Supit menyatakan program ini sejalan dengan langkah pemerintahan Joko Widodo. Dia menjelaskan, sejak bertemu Kanselir Jerman Angela Merkel, Presiden Joko Widodo sudah terkesan pada sistem pendidikan vokasi ala Jerman. "Lebih besar porsi untuk praktek dan menimba ilmu secara langsung di lapangan dibandingkan pengajaran di sekolah," terang Anton.

Tak lupa Anton mengingatkan pentingnya peran kepala daerah dalam menyukseskan program pendidikan vokasi. Dia mencontohkan kerjasama yang dijalin Kadin dengan Pemda Kerawang.

"Meskipun dipimpin oleh seorang perempuan, ternyata Kerawang menjadi salah satu daerah yang paling mendukung program pendidikan vokasi. Karena itu jangan pernah menganggap enteng seorang pemimpin wanita. Bisa jadi mereka lebih berkompeten dibandingkan pria," pungkas Anton.

Editor: Iman Febri


Berita Terkait

Komentar