Polisi Prancis Tangkap 90 Orang dalam Unjuk Rasa Sistem Pensiun

Senin, 09 Desember 2019 | 01:30 WIB
Share Tweet Share

Istimewa

[PARIS, INDONESIAKORAN.COM] Kepolisian Prancis menangkap sekitar 90 demonstran dalam aksi unjuk rasa dan mogok massal menentang pengubahan sistem jaminan pensiun yang diusulkan Presiden Emmanuel Macron. Mereka dibekuk karena bentrok dengan aparat atau merusak sejumlah bangunan ketika berdemo di Ibu Kota Paris dan sejumlah kota lainnya.

Seperti dilansir Associated Press, Minggu (8/12), polisi mengatakan diperkirakan ada 65 ribu demonstran yang berunjuk rasa di Paris. Sedangkan di seantero Prancis diperkirakan ada lebih dari 800 ribu penduduk yang berunjuk rasa.

Unjuk rasa itu dilakukan serikat buruh dari berbagai lini didukung oleh kelompok Rompi Kuning. Di Paris, sejumlah demonstran merusak jendela bangunan sampai menyulut api di sepanjang rute yang mereka lalui.

Beberapa demonstran menembakkan kembang api ke arah polisi, yang memancing aparat untuk bertindak. Di samping itu, sejumlah layanan publik seperti kereta bawah tanah, kereta api, bus kota tidak berjalan akibat hampir seluruh pekerjanya mogok.

Perselisihan antara Macron dan masyarakat akar rumput terjadi sejak tahun lalu. Saat itu kelompok Rompi Kuning memprotes kebijakan keringanan pajak bagi orang kaya yang diajukan Macron, padahal rakyat menengah ke bawah justru kesulitan menghadapi kenaikan harga bahan bakar dan pangan.

Mogok massal kali ini terjadi dipicu rencana Macron untuk mengubah aturan jam kerja untuk pegawai yang bekerja di sektor layanan masyarakat. Para pekerja khawatir perubahan itu akan menambah jam kerja mereka dan memangkas nilai jaminan pensiun.

Macron berkeras kebijakan sistem pensiun harus diubah supaya Prancis bisa bersaing dengan negara Eropa lain. Dia menyatakan akan mempertahankan usia pensiun yang dipatok pada 62 tahun, tetapi mengusulkan umur pensiun yang lebih rendah untuk beberapa pekerjaan yang membutuhkan ketahanan tubuh.

Editor: Nima


Berita Terkait

Komentar