Pakaian Peserta Minim, Malaysia Kecam Festival Tato

Selasa, 03 Desember 2019 | 00:02 WIB
Share Tweet Share

Istimewa

[KUALA LUMPUR, INDONESIAKORAN.COM] Pemerintah Malaysia mendadak meradang terkait ajang festival tato, The Tattoo Malaysia Expo, yang digelar di Ibu Kota Kuala Lumpur pada akhir pekan lalu. Penyebabnya adalah beredar sejumlah foto para peserta lelaki dan perempuan yang memperlihatkan rajah di setengah bagian tubuh mereka yang berpakaian minim dan dianggap sebagai bentuk pornografi.

Seperti dilansir AFP, Senin (2/12), Menteri Pariwisata Malaysia, Mohammadin Ketapi, mulanya mendukung kegiatan tersebut. Namun, sikapnya berubah ketika foto-foto para peserta festival tato itu beredar di dunia maya.

"Sangat tidak mungkin kementerian menyetujui program yang mengandung pornografi seperti ini. Ini bukan budaya Malaysia yang mayoritas Muslim," kata Ketapi.

Festival tato itu berlangsung sejak Jumat sampai Minggu pekan lalu. Namun, foto-foto itu beredar setelah gelaran usai.

Ketapi lantas mendesak supaya kejadian itu diusut. Dia juga memperingatkan panitia bahwa pemerintah bisa menyeret mereka ke jalur hukum.

Pemerintah Malaysia menyatakan mereka tidak pernah memberi izin pawai peserta festival tato yang berpakaian minim. Padahal, sebelumnya kegiatan serupa juga digelar di wilayah Malaysia di Kalimantan.

Pemakai dan penyuka tato adalah kelompok minoritas di Malaysia. Sebab, tato dianggap haram menurut Islam.

Editor: Jefri


Berita Terkait

Komentar