Jazuli: Bantai 55 Warga Palestina, Perbuatan Zionis Israel Biadab

Rabu, 16 Mei 2018 | 11:12 WIB
Share Tweet Share

biadab

[JAKARTA]-- Tindakan tentara zionis Israel yang menewaskan 55 warga sipil Palestina dan hampir 3.000 orang luka-luka saat melakukan demo di Jalur Gaza, menentang pembukaan Kantor Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat di Yerusalem mendapat kecaman dunia termasuk Indonesia.

Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Jazuli Juwaini kepada Indonesiakoran.com, melalui WhatsApp (WA), Rabu (16/5) mengatakan, tindakan Israel tersebut layak disebut sebagai pembantaian dan merupakan perbuatan biadab.

Saat aksi besar di Monas Jum'at lalu pekan lalu, kata anggota Komisi I DPR RI ini, kami sudah memprediksi pemindahan Kedubes AS ke Yerussalem dan pengakuan sepihak Yerussalem sebagai Ibukota Israel sejatinya adalah babak baru kezaliman Israel kepada bangsa Palestina.

"Hal itu terbukti, di hari peresmian Kedubes Amerika kemarin, mereka telah membantai tak kurang dari 55 warga Palestina yang sedang berunjuk rasa. Sungguh tindakan yang biadab," ungkap Jazuli.

Atas kejadian ini, kata wakil rakyat dari Dapil Provinsi Banten ini meminta otoritas internasional melalui Pserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Organisasi Negara-negara Islam (OKI) dan koalisi negara untuk pembelaan Palestian melakukan sidang darurat guna mengambil langkah-langkah efektif dan eksekutorial untuk menghentikan kebrutalan Israel ini.

"Dunia harus melihat ini sebagai tragedi kemanusiaan dan menghukum Israel atas tindakan brutalnya. Selama ini Israel tidak terjamah hukum internasional. Tapi, setidaknya kita menunjukkan kepada dunia bahwa pembantaian nyawa manusia tidak didiamkan dan memiliki konsekuensi serius," tegas Jazuli.

Politisi senior PKS ini meminta Pemerintah RI melalui Kementerian Luar Negeri menyampaikan protes, kecaman dan mengambil inisiatif multilateral untuk menghentikan kebiadaban Israel tersebut.

Hal ini, lanjut Jazuli, semata-mata untuk menunjukkan keberpihakan bangsa kita pada kemanusiaan universal dan hutang Indonesia atas kemerdekaan bangsa Palestina yang hingga kini masih terjajah.

Dikatakan, kita bangsa Indonesia sedang berduka akibat serangan teroris biadab. Saat yang sama warga Palestina juga berduka akibat pembantaian yang tidak kalah biadab, bahkan dengan jumlah korban yang jauh lebih besar.

"Atas dasar solidaritas kemanusiaan dan amanat konstitusi UUD 1945, sudah semestinya Pemerintah Republik Indonesia turut mengecam dan melakukan langkah-langkah multilateral dan diplomatik atas kejadian tersebut," demikian Jazuli Juwaini. [A/3]

Editor: Akhir Tanjung

Tag:

Berita Terkait

Komentar