Delapan Negara Desak PBB Gelar Pertemuan Terkait Jerusalem, Israel

Kamis, 07 Desember 2017 | 11:40 WIB
Share Tweet Share

Suasana pemungutan suara di Dewan Keamanan PBB di kantor pusat PBB di New York [REUTERS/Brendan McDermid]

[Amerika/PBB] Paska Amerika Serikat mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Negara Israel pada Rabu (6/12/17), delapan negara lainya menyerukan pertemuan mendesak kepada Dewan Keamanan PBB.

Ke-delapan Negara tersebut adalah Bolivia, Mesir, Prancis, Italia, Senegal, Swedia, Inggris dan Uruguay. Mereka menginginkan penyelenggaraan pertemuan pada akhir pekan ini, ucap utusan Swedia kepada 15 anggota dewan yang hadir.

Sedangkan Negara Jepang yang saat ini menjadi presiden bergilir dewan tersebut, belum menentukan sikap atau jadwal untuk pertemuan itu hingga Rabu siang.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan "Status Jerusalem hanya bisa diselesaikan melalui perundingan langsung antara Israel dan Palestina, setelah pengumuman keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal Jerusalem".

Guterres juga menambahkan bahwa dia "secara konsisten menentang tindakan sepihak." "Tidak ada alternatif dari solusi dua negara," katanya mengutip AFP.

Sedangkan Duta Besar Bolivia Sacha Sergio Llorenty Soliz menyebut langkah Trump sebagai "sebuah keputusan ceroboh dan berbahaya yang bertentangan dengan hukum internasional, resolusi Dewan Keamanan."

"Ini bukan hanya ancaman untuk proses perdamaian, tetapi juga merupakan ancaman bagi perdamaian dan keamanan internasional," tutur utusan tersebut.

Sementara Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi menegaskan Indonesia mengecam keputusan Trump mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel.

"Kami mengecam pengakuan ini, demokrasi berarti menghormati hukum internasional, jadi pengakuan tersebut tidak menghormati berbagai resolusi Dewan Keamanan PBB," ucapnya.

Editor: Aurelia A.


Berita Terkait

Internasional

Donald Trump dan Melania Pisah Ranjang?

Selasa, 23 Mei 2017
Internasional

Trump Sebut Kim Jong-Un "Orang Gila"

Rabu, 24 Mei 2017

Komentar