Allah Menyesal Atas Malapetaka Ini

Kamis, 26 Maret 2020 | 08:34 WIB
Share Tweet Share

RD Pey Hurint/Penulis

Oleh RD Pey Hurint

Allah Yang Maharahim
(Kel. 32:7-14 dan Yoh. 5:31-47 )

[Keluaran 32:7-14]
Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Pergilah, turunlah, sebab bangsamu yang kaupimpin keluar dari tanah Mesir telah rusak lakunya. Segera juga mereka menyimpang dari jalan yang Kuperintahkan kepada mereka; mereka telah membuat anak lembu tuangan, dan kepadanya mereka sujud menyembah dan mempersembahkan korban, sambil berkata: Hai Israel, inilah Allahmu yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir." Lagi firman TUHAN kepada Musa: "Telah Kulihat bangsa ini dan sesungguhnya mereka adalah suatu bangsa yang tegar tengkuk. Oleh sebab itu biarkanlah Aku, supaya murka-Ku bangkit terhadap mereka dan Aku akan membinasakan mereka, tetapi engkau akan Kubuat menjadi bangsa yang besar." Lalu Musa mencoba melunakkan hati TUHAN, Allahnya, dengan berkata: "Mengapakah, TUHAN, murka-Mu bangkit terhadap umat-Mu, yang telah Kaubawa keluar dari tanah Mesir dengan kekuatan yang besar dan dengan tangan yang kuat? Mengapakah orang Mesir akan berkata: Dia membawa mereka keluar dengan maksud menimpakan malapetaka kepada mereka dan membunuh mereka di gunung dan membinasakannya dari muka bumi? Berbaliklah dari murka-Mu yang bernyala-nyala itu dan menyesallah karena malapetaka yang hendak Kaudatangkan kepada umat-Mu. Ingatlah kepada Abraham, Ishak dan Israel, hamba-hamba-Mu itu, sebab kepada mereka Engkau telah bersumpah demi diri-Mu  sendiri dengan berfirman kepada mereka: Aku akan membuat keturunanmu sebanyak bintang di langit, dan seluruh negeri yang telah Kujanjikan ini akan Kuberikan kepada keturunanmu, supaya dimilikinya untuk selama-lamanya." Dan menyesallah TUHAN karena malapetaka yang dirancangkan-Nya atas umat-Nya.

***

[INDONESIAKORAN.COM] Orang Israel yang diantar keluar dari Mesir oleh kekuatan dahsyat Tuhan, mulai berpaling dari Tuhan. Mereka membuat anak lembu tuangan dan menyembahnya sebagai allah.

Saat itu Musa sedang menghadap Tuhan di Gunung Sinai untuk menerima sepuluh perintah Allah. Karena itu, Allah murka dan mau membinasakan bangsa Israel. Musa berusaha melunakkan hati Tuhan:

"Berbaliklah dari murka-Mu yang menyala-nyala itu dan menyesallah akan malapetaka yang hendak Kaudatangkan kepada umat-Mu ..."

Karena permohonan Musa, dan karena belas kasih Allah yang Mahaluas tak bertepi, maka Allah menyesal atas malapetaka yang dirancangkan-Nya atas umat-Nya.

Situasi wabah virus Corona yang mencekam eksistensi manusia saat ini adalah suatu ujian  bagi iman kita sekaligus pesan bagi umat manusia yang menduakan Allah dengan berbagai macam berhala modern.

Kita memang tidak mengerti apa yang dirancang Allah atas dunia ini, melalui wabah ini. Apakah Allah membiarkan kita binasa? Dalam iman akan Sang Penebus kita berani mengatakan TIDAK. Kasih dan kerahiman Allah jauh lebih besar melampaui sakit dan penyakit ini. Kuasa dan belas kasih Allah yang lebih luas dari samudera, akan mengakhiri sakit dan penderitaan ini.

Mari kita percaya kepada belas kasih Allah yang telah menciptakan dunia ini baik adanya. Allah yang Mahacinta yang telah mengutus Putra-Nya, Tuhan kita Yesus Kristus untuk menebus kita. Kristus akan membersihkan bumi ini dari segala sakit dan penyakit ini, dengan darah dan air yang mengalir keluar dari hati-Nya yang Maharahim.

Mari kita berdoa: "Darah dan air yang telah memancar dari hati Yesus sebagai sumber Kerahiman bagi kami, Engkaulah andalanku." Amin.

Salam dan doa berkatku.

Editor: Elnoy


Berita Terkait

Inspirasi Indonesia

Rikard Bagun: Wacana Penegakan Keadilan Tampaknya Tak Mudah  

Minggu, 19 November 2017
Inspirasi Indonesia

Refleksi Hari Raya Tritunggal Maha Kudus

Minggu, 27 Mei 2018

Komentar