KPK Geledah Apartemen Harun Masiku, Bawa Sejumlah Dokumen

Selasa, 14 Januari 2020 | 20:54 WIB
Share Tweet Share

Harun Masiku

[JAKARTA, INDONESIAKORAN.COM] Penyidik KPK kembali melanjutkan penggeledahan dalam perkara dugaan suap Komisioner KPU, Wahyu Setiawan. Setelah menggeledah KPU pada Senin (13/1) kemarin, penyidik KPK pada Selasa (14/1) ini giliran menggeledah apartemen milik eks caleg DPR dari PDIP, Harun Masiku.
 
"Hari ini tim penyidik melanjutkan kegiatan penggeledahan. Dan hari ini masih berlangsung di sebuah apartemen yang dihuni oleh tersangka HAR (Harun Masiku)," ujar Plt juru bicara KPK bidang penindakan, Ali Fikri, di Gedung Merah Putih, Jakarta, Selasa (14/1).
 
"Lokasi geledah adalah apartemen milik tersangka HAR di Thamrin Residence," sambungnya.
 
Dari penggeledahan yang dilakukan dari pagi hingga malam hari itu, penyidik menyita sejumlah dokumen.

"Info sementara dari teman-teman yang masih di lapangan mendapatkan beberapa dokumen yang signifikan yang itu antara lain juga nanti untuk mencari keberadaan dari tersangka Pak HAR (Harun Masiku)," kata Ali.

Dalam perkara suap tersebut, KPK telah menetapkan Wahyu Setiawan; Harun Masiku; eks caleg PDIP sekaligus orang dekat Wahyu, Agustiani Tio Fridelina; dan eks caleg PDIP lainnya, Saeful, sebagai tersangka. Tiga di antaranya sudah ditahan, sementara Harun masih buron.
 
Wahyu diduga menerima suap Rp 600 juta dari komitmen fee sebesar Rp 900 juta. Rinciannya, Rp 400 juta diterima Wahyu dari Harun melalui Saiful dan Agustiani. Sementara Rp 200 juta masih didalami KPK terkait sumber dananya.
 
Suap tersebut diduga untuk memuluskan langkah Harun menggantikan anggota DPR dari PDIP, Riezky Aprilia, melalui mekanisme Pergantian Antarwaktu (PAW).
 
Kasus ini diduga menyeret Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Sebab, Saeful disebut-sebut merupakan staf Hasto.
 
Terkait hal tersebut, Hasto membantah terlibat kasus dugaan suap itu. Hasto menyebut ia telah menjadi korban tudingan tak benar.

Editor: Jefri


Berita Terkait

Komentar