Korban Perampokan Modus PSK Online di Karawang Malu Lapor Polisi

Selasa, 14 Januari 2020 | 13:20 WIB
Share Tweet Share

Korban Perampokan Modus PSK Online di Karawang

[KARAWANG, INDONESIAKORAN.COM] Dalam keadaan basah kuyup oleh bensin, Luki Ludiana (26) diancam dua orang pria. Mereka minta nomor PIN kartu ATM milik Luki. Sambil mengacungkan korek gas menyala ke dekat tubuh Luki, dua pria itu memaksa Luki menyebut nomor pin ATM miliknya.

Naela Astuti (26), perempuan yang memancing Luki datang ke hotel itu bersiap mencatat, menunggu deretan angka nomor PIN dari mulut Luki.

"Karena di bawah ancaman, korban akhirnya memberi tahu nomor pin kartu ATM miliknya," kata Kasat Reskrim Polres Karawang, AKP Bimantoro Kurniawan, kemarin.

Namun api dari korek terlanjur memercik dan mengenai bensin. Api itu menjalar dengan cepat ke tubuh Luki. Dengan seketika, kepala dada dan dua tangan Luki dilahap si jago merah.

Melihat korbannya terbakar, Naela kemudian bergegas pergi untuk menguras uang di rekening Luki. Tak hanya itu, bersama Rasul Raghid (25) dan Hamdani alias Dani (24), PSK online itu menggasak uang di dompet Luki. "Ponsel korban juga diambil para pelaku," kata Bimantoro.

Seorang pekerja hotel penasaran dengan suara ribut-ribut di salahsatu kamar. Ia kaget saat melihat seorang pengunjung terbakar api. Bersama seorang rekan, pekerja itu bergegas mencari bantuan. Singkat cerita, Luki dibawa ke Rumah Sakit Karya Husada Cikampek.

Sementara itu, Naela dan komplotannya asyik menguras uang dari rekening korbannya. Setelah mencuri Rp 700 ribu dari dompet Luki, Naela juga menguras habis uang di rekening Luki sebesar Rp 1.800.000. "Uangnya dibagi-bagi bertiga," kata Bimantoro.

Polisi yang mendapat laporan peristiwa itu bergegeas memburu pelaku. Dalam waktu kurang dari 24 jam, polisi menangkap Naela, Raghid dan Dani di tempat terpisah.

"Naela kami tangkap di rumahnya sedangkan dua Raghid dan Dani kami tangkap di salahsatu hotel daerah Purwasari," ungkap Bimantoro.

Polisi menyimpulkan, Naela dan dua teman prianya adalah komplotan perampok. Mereka sudah lima kali beraksi di Karawang. Modusnya, praktik prostitusi online. Naela berperan mencari dan memancing korban. Caranya, memasang foto seksi di media sosial.

Jika ada pria tergoda, Naela akan mengajak indehoy di suatu hotel. Saat pertemuan terjadi, kedua tersangka lain datang dan mengaku sebagai pacar dan sepupu Naela. Melalui ancaman, para pelaku memaksa korban menyerahkan barang berharga.

Petualangan kriminal Naela dan rekannya tergolong rapi. Apalagi para korban tak pernah ada yang lapor polisi. "Mungkin karena malu akan ketahuan menyewa PSK. Mungkin saja ya," kata Bimantoro.

Yang jelas, ungkap Bimantoro tak ada satupun korban komplotan itu yang lapor polisi.

Editor: Olang


Berita Terkait

Komentar