Ini Alasan Dokter yang Diduga Perkosa Gadis 15 Tahun Tak Ditahan

Kamis, 09 Januari 2020 | 15:30 WIB
Share Tweet Share

Dokter yang diduga telah memerkosa gadis 15 tahun

[MOJOKERTO, INDONESIAKORAN.COM] Dokter Andaryono (58) diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan pemerkosaan gadis 15 tahun di Mojokerto. Dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan ini dicecar penyidik selama 4,5 jam. Usai pemeriksaan, tersangka tidak ditahan.

Setelah sempat mangkir pada Selasa (7/1), dr Andaryono akhirnya menghadiri pemeriksaan penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Mojokerto. Dia masuk ke ruang pemeriksaan didampingi 2 orang pengacara sekitar pukul 09.00 WIB.

Pemeriksaan terhadap dr Andaryono berlangsung sekitar 4,5 jam. Dia keluar sekitar pukul 13.30 WIB. Memakai jaket biru dan celana hitam, dia menutupi mukanya dengan map. Jalannya nampak tertatih sehingga harus dipegangi oleh sopir dan pengacaranya.

"No comment, no comment," kata dr Andaryono sembari berjalan masuk ke dalam mobil yang menunggunya di depan kantor Unit PPA Satreskrim Polres Mojokerto, Kamis (9/1/2020).

Dia enggan berkomentar saat ditanya detikcom terkait status dirinya yang kini menjadi tersangka kasus dugaan pemerkosaan gadis 15 tahun.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Dewa Putu Prima menjelaskan hari ini dr Andaryono diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerkosaan gadis 15 tahun asal Kecamatan Jatirejo.

"Kami periksa sebagai tersangka. Ada 46 pertanyaan yang kami tanyakan," kata Dewa.

Dewa menjelaskan dr Andaryono mengajukan permintaan agar tidak ditahan melalui kuasa hukumnya. Menurut dia, dokter yang masih berstatus PNS di Pemkab Mojokerto ini mengaku sedang sakit diabetes dan komplikasi jantung. Permintaan itu disertai surat keterangan sakit dari RSUD Prof Dr Soekandar, Mojosari.

Dewa mengaskan tidak menahan dr Andaryono. Namun, dia mempunyai alasan lain tidak menahan tersangka.

"Hari ini kami tidak melakukan penahanan karena yang bersangkutan (dr Andaryono) bersedia kooperatif melalui kuasa hukumnya," terangnya.

Sampai hari ini, tambah Dewa, pihaknya telah memeriksa 19 saksi dalam kasus pemerkosaan gadis 15 tahun yang diduga dilakukan dr Andaryono. Setelah berkas penyidikan lengkap, perkara ini akan segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto untuk dilanjutkan ke tahap penuntutan.

"Berkas kami lengkapi dan kami koordinasikan dengan JPU (Jaksa Penuntut Umum) secepatnya," tandasnya.

Baca juga:Dokter yang Diduga Perkosa Gadis 15 Tahun Dipecat PNS Jika Terbukti Salah

Polres Mojokerto menetapkan dr Andaryono sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerkosaan gadis 15 tahun pada Senin (30/12). Oknum dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan itu dijerat dengan Pasal 81 ayat 2 juncto Pasal 82 ayat 1 UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya 15 tahun penjara.

Kasus dugaan pemerkosaan ini mencuat setelah ibu korban melaporkan dr Andaryono ke Polres Mojokerto, Senin (18/11). Oknum dokter ini diduga memerkosa korban di tempat praktiknya, Jalan Raya Desa Seduri, Kecamatan Mojosari, Mojokerto pada 26 Agustus 2019.

Selain dugaan pemerkosaan, polisi juga mengembangkan kasus ini ke indikasi perdagangan anak. Pasalnya, korban mengaku diberi uang Rp 1,5 juta oleh dr Andaryono usai diperkosa. Menurut korban, oknum dokter tersebut juga memberi Rp 500 ribu kepada AR.

AR yang diketahui asal Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto merupakan majikan korban. Gadis 15 tahun asal Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto itu bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah AR. Wanita ini yang diduga mengenalkan dan mengantar korban ke dr Andaryono. 

Editor: Yon


Berita Terkait

Komentar