Mafia Tanah Kian Meresahkan, Togar Situmorang: Polda Bali Harus Tegas!

Senin, 29 Juli 2019 | 22:18 WIB
Share Tweet Share

Advokat senior Dr (C) Togar Situmorang, SH, MH, MAP. [foto: indonesiakoran.com/san edison]

[DENPASAR, INDONESIAKORAN.COM] Aksi tipu-tipu para mafia tanah, kian meresahkan masyarakat di Bali. Sebab akibat aksi para mafia ini, tidak sedikit pemilik tanah di Pulau Dewata yang menjadi korban dengan kerugian hingga miliaran rupiah.

Kondisi ini mengundang keprihatinan advokat senior Dr (C) Togar Situmorang, SH, MH, MAP. Advokat kawakan yang dijuluki Panglima Hukum itu mengaku miris lantaran terus bertambahnya jumlah korban aksi para mafia tanah.

"Terus terang, saya sangat miris. Korban aksi para mafia tanah terus berjatuhan. Di sisi lain, sindikat ini justru susah untuk diberantas," kata Togar, saat ditemui di Law Office Togar Situmorang & Associates di Jalan Gatot Subroto Timur Nomor 22 Denpasar, usai didatangi salah satu korban mafia tanah, belum lama ini.

Togar yang masuk daftar 100 Advokat Hebat versi Majalah Property&Bank ini pun mendorong Polda Bali dan jajaran agar bertindak tegas dalam memerangi para mafia tanah ini. Hal tersebut penting, sehingga ke depan tidak lagi ada korban.

"Agar tidak jatuh lebih banyak korban lagi, kami berharap Polda Bali dapat tegas dan sigap memberantas mafia tanah yang makin meresahkan ini," ujar Dewan Pakar Forum Bela Negara Provinsi Bali ini.

"Kami dukung penuh statement awal Bapak Kapolda Bali bahwa akan memberantas semua mafia tanah di Bali. Polisi harus tetap gencar membasmi mafia tanah ini," imbuh advokat dengan sederet prestasi dan penghargaan seperti Indonesia 50 Best Lawyer Award 2019, Best Winners- Indonesia Business Development Award, serta lainnya itu.

Managing Partner Law Office Togar Situmorang & Associates yang beralamat di Jalan Tukad Citarum Nomor 5A Renon & juga rekanan OTO 27 yaitu bisnis usaha yang bergerak di bidang Insurance AIA, property penjualan villa, showroom mobil, showroom motor dan coffee shop yang beralamat di Jalan Gatot Subroto Timur Nomor 22 Denpasar ini juga siap memberikan bantuan kepada para korban mafia tanah di Bali.

Salah satunya adalah Iin Atika Malonda, yang pada kesempatan tersebut meminta bantuan hukum kepada Togar. Atika Malonda menjadi korban aksi para mafia tanah dalam transaksi jual beli villa miliknya di Jalan Gita Kencana, Gang Kencana 2, Jimbaran, Kabupaten Badung.

Dalam penjualan villa senilai Rp 7,5 miliaran tersebut, Atika Malonda yang kini bekerja di Norwegia sebagai travel consultant itu justru hanya mendapatkan uang sebesar Rp 500 juta. (Baca: Mafia Tanah Kembali Beraksi, Korban Minta Bantuan Togar Situmorang)

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar