Lawyer Pukul Hakim, Togar Situmorang: Coreng Citra Profesi, Pecat!

Sabtu, 20 Juli 2019 | 20:13 WIB
Share Tweet Share

Advokat senior Dr (C) Togar Situmorang, SH, MH, MAP. [foto: indonesiakoran.com/san edison]

[DENPASAR, INDONESIAKORAN.COM] Kasus pemukulan hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, menyita perhatian publik. Pasalnya, pemukulan tersebut justru dilakukan oleh D, salah satu pengacara Tomy Winata, saat sidang perkara perdata antara Tomy Winata melawan PT GWP.

Kasus pemukulan ini pun menuai kecaman publik. Tak hanya masyarakat umum, para advokat juga menyayangkan peristiwa tersebut.

Sebab selain merupakan tindakan penghinaan lembaga pengadilan atau contempt of court, apa yang dilakukan pengacara Tomy Winata juga dinilai mencoreng citra advokat.

"Tindakan atau perbuatan yang terjadi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat merupakan perbuatan yang mencederai lembaga peradilan dan merupakan contempt of court," ujar advokat senior Dr (C) Togar Situmorang, SH, MH, MAP, di Denpasar, Jumat (19/7/2019).

Ia pun sangat menyesalkan perbuatan tersebut justru dilakukan oleh advokat. Pasalnya, demikian advokat yang masuk daftar 100 Advokat Hebat versi Majalah Property&Bank itu, menjadi advokat yang berarti adalah penegak hukum.

"Kalau advokat, ya, harus mampu memegang teguh KEAI (Kode Etik Advokat Indonesia) dan patuh pada peraturan perundang-undangan yang berlaku," tegas Togar, yang menerima penghargaan Best Winners - Indonesia Business Development Award, ini.

Bukan itu saja, imbuhnya, salah satu pelajaran dasar bagi setiap Sarjana Hukum adalah menjaga ketertiban selama persidangan berlangsung. Apalagi ada Tata Tertib Persidangan.

“Tata Tertib Persidangan kan dicantumkan. Apalagi kalau itu advokat, dia tahu betul itu termasuk kode etik profesi yang harus dijaga,” kata peraih penghargaan Indonesia 50 Best Lawyer Award 2019 itu.

Togar pun berpesan kepada seluruh advokat, agar senantiasa menjaga kehormatan profesi. Berbagai keberatan, termasuk dalam persidangan, seharusnya disalurkan sesuai prosedur dan bukan justru main hakim sendiri.

"Kalau keberatan, lakukan upaya hukum. Bahkan adukan ke Komisi Yudisial atau Mahkamah Agung. Jangan main hakim sendiri,” ujar Ketua POSSI Denpasar Provinsi Bali ini mengingatkan.

Togar pun mendorong Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat agar bersikap tegas dan melaporkan peristiwa tersebut ke polisi. Sebab perbuatan tersebut jelas-jelas penghinaan terhadap lembaga peradilan.

Sementara kepada organisasi yang menaungi advokat yang telah memukul hakim, Togar mendorong agar memberikan sanksi tegas berupa pemecatan. Sebab tindakan yang dilakukan tersebut sudah memalukan profesi advokat.

"Baiknya putusan kode etik organisasi ditembuskan ke MA, supaya dicabut Berita Acara Sumpah yang bersangkutan. Yang bersangkutan juga agar dipecat dari organisasi dan dilarang untuk pindah ke organisasi lain," tandas Togar, yang juga dijuluki Panglima Hukum itu.

"Tindakan seperti itu pantas untuk diberhentikan tetap sebagai advokat," pungkas Managing Partner Law Office Togar Situmorang & Associates yang beralamat di Jalan Tukad Citarum Nomor 5A Renon Denpasar Bali dan merupakan rekanan OTO 27 yaitu bisnis usaha yang bergerak di bidang insurance AIA, property penjualan villa, showroom mobil, showroom motor, dan coffee shop di Jalan Gatot Subroto Timur Nomor 22 Denpasar, ini.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar