Garuda Polisikan YouTuber, Togar Situmorang: RIP Freedom of Speech!

Jumat, 19 Juli 2019 | 19:24 WIB
Share Tweet Share

Pengamat kebijakan publik Dr (C) Togar Situmorang, SH, MH, MAP, saat selfie dalam pesawat. [foto: istimewa]

[DENPASAR, INDONESIAKORAN.COM] Maskapai penerbangan Garuda Indonesia mendadak menjadi pergunjingan publik. Maskapai plat merah itu menuai kecaman publik, termasuk warganet, setelah mengeluarkan pengumuman yang melarang penumpang mendokumentasikan kegiatan di dalam pesawat.

Bukan itu saja, Garuda Indonesia juga panen kritik setelah Serikat Karyawan Garuda Indonesia (Sekarga) melaporkan YouTuber Rius Vernandes, ke pihak Kepolisian. Vernandes dipolisikan lantaran mengunggah menu makanan maskapai Garuda Indonesia yang ditulis di atas kertas pada akun sosial media miliknya.

Kritik di antaranya dilontarkan pengamat kebijakan publik Dr (C) Togar Situmorang, SH, MH, MAP. Ia menilai, reaksi pihak Garuda Indonesia terhadap apa yang dilakukan Vernandes terlalu berlebihan, karena justru mematikan kebebasan berbicara.

“RIP Freedom of speech. Kebebasan berbicara di negara ini sudah mati. Gimana mau maju kalo baperan kaya gini?" kritik Togar, yang juga advokat senior itu, di Denpasar, Jumat (19/7/2019).

Idealnya, menurut advokat yang dijuluki Panglima Hukum itu, unggahan Vernandes di media sosial dipandang sebagai sebuah kritik yang membangun dan bukannya merugikan maskapai penerbangan Garuda Indonesia.

"Harusnya ini bisa jadi momentum perusahaan untuk memberikan yang lebih baik lagi ke depan. Jangan malah baperan, lalu main lapor ke polisi,” tandas advokat yang masuk daftar 100 Advokat Hebat versi Majalah Property&Bank ini.

Togar bahkan mengingatkan, maskapai Garuda Indonesia itu merupakan perusahaan jasa. Karena itu, demikian advokat menerima penghargaan Best Winners – Indonesia Business Development Award ini, kepuasan customer harus menjadi prioritas utama.

“Masa customer tidak boleh review and complaint food & beverage yang disajikan di pesawat? Customer kan beli tiket. Penyedia jasa harusnya, kalau dikoreksi ya introspeksi, selama kritiknya itu membangun,” ujar Togar, yang juga Dewan Penasehat Forum Bela Negara Provinsi Bali ini.

Apabila ada masukan dan kritik dari customer, lanjut Togar, maka semestinya didengar untuk perbaikan. Bukan malah dijadikan laporan di kantor polisi dengan "senjata" UU ITE.

“Jangan dong krisis kritik di ruang publik. Ingat, negara Indonesia lahir atas kritik kolonial. Cakrawala berekspresi di sana,” tegas Managing Partner Law Office Togar Situmorang & Associates yang beralamat di Jalan Tukad Citarum Nomor 5A Renon Denpasar Bali sekaligus merupakan rekanan OTO 27 yaitu bisnis usaha yang bergerak di bidang insurance AIA, property penjualan villa, showroom mobil, showroom motor, coffee shop yang beralamat di Jalan Gatot Subroto Timur Nomor 22 Denpasar, itu.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar