Heboh Kasus Pengeroyokan di Pontianak, Togar Siap Kawal Korban

Rabu, 10 April 2019 | 20:29 WIB
Share Tweet Share

Advokat senior yang juga calon anggota DPRD Provinsi Bali nomor urut 7 Dapil Kota Denpasar dari Partai Golkar, Togar Situmorang. [foto: istimewa]

[DENPASAR, INDONESIAKORAN.COM] Beberapa hari terakhir, warganet ramai memperbincangkan siswi SMP di Pontianak yang diduga menjadi korban pengeroyokan oleh siswi SMA. Bahkan hashtag #JusticeForAudrey mendadak viral dan menjadi trending topic worldwide.

Dari pemberitaan, pengeroyokan tersebut terjadi Jumat, 29 Maret 2019. Namun korban baru melaporkan kasus tersebut 7 hari setelah kejadian. Kasus dengan Laporan Polisi (LP) Nomor LP/ 662/ IV/ RES.1.18/ 2019/ KALBAR/ RESTA PTK, tertanggal 8 April 2019, ini pun menarik perhatian Panglima Hukum Togar Situmorang, SH, MH, MAP.

Baca Juga:
Togar: Sebab Diberkahi Alam Bali, Saatnya Saya Mengabdi untuk Bali

Ia mengatakan, Tim Kantor Hukum Togar Situmorang & Associates akan terus memantau kasus ini. Bukan itu saja, advokat yang masuk daftar 100 Advokat Hebat versi Majalah PropertynBank itu juga siap mengawal kasus ini agar korban mendapatkan keadilan.

"Kami siapa mengawal kasus ini. Apalagi berita yang beredar, sangat menyimpang dengan keterangan yang diberikan oleh pihak kepolisian," kata Managing Partner Law Office Togar Situmorang & Associates yang beralamat di Jalan Tukad Citarum 5A Renon, Jalan Bypass Ngurah Rai 407 Sanur, dan merupakan rekanan OTO 27 yaitu bisnis usaha yang bergerak di bidang Insurance AIA, property penjualan villa, Showroom Mobil, Showroom Motor Harley Davidson, food court dan barber shop di Jalan Gatot Subroto Timur 22 Denpasar Bali, itu di Denpasar, Rabu (10/4/2019).

Menurut Togar, berita yang beredar menyebutkan bahwa korban dikeroyok oleh 12 orang siswi SMA. Sementara dalam keterangan pihak Kepolisian di Polsek Pontianak Selatan, hanya ada tiga orang pelaku pengeroyokan.

Baca Juga:
Butuh Bantuan Hukum Tapi Kesulitan Biaya? Togar Siap Membantu, Gratis!

"Bukan hanya itu, pemberitaan juga menyebut bahwa pelaku menendang korban, memukul korban, menyeret korban sampai kepalanya dibenturkan ke aspal. Yang lebih parahnya lagi, alat vital korban ditusuk hingga menimbulkan pembengkakan di area kewanitaan korban. Namun pihak kepolisian menerangkan bahwa hal itu tidak benar," ujar Togar, yang juga calon anggota DPRD Provinsi Bali nomor urut 7 Dapil Kota Denpasar dari Partai Golkar ini.

Ia pun meminta tim unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Pontianak, untuk mendapatkan visum atas korban dan meminta rekam jejak medis sebelumnya. Ini penting, agar dugaan-dugaan tersebut dapat dibuktikan.

Yang membuat Togar geleng-geleng kepala, para terduga pelaku pengeroyokan tidak ada merasa bersalah dalam kasus tersebut. Malah masih eksis di akun instagram pribadinya dengan mengunggah foto selfie dan video boomerang saat di Kantor Polisi.

"Kami duga, para pelaku pengeroyokan punya backing yang kuat," tandas Togar, yang juga dikenal sebagai caleg milenial dan mengusung tagline "Siap Melayani Bukan Dilayani" ini.

Baca Juga:
Togar Situmorang Komit Bela Rakyat Kecil Tanpa Imbalan

Togar yang tengah menyelesaikan studi S3 Ilmu Hukum di Universitas Udayana ini pun menegaskan, dalam kasus ini yang harus didesak dan dikritisi adalah pihak dan lembaga yang berwenang.

"Kita berharap, para pelaku pengeroyokan mendapatkan hukuman yang seadil-adilnya. Kita juga mendesak pihak kepolisian dan instansi-instansi terkait lainnya, agar memproses hukum para pelaku sesuai dengan aturan hukum yang berlaku," tegas Togar, yang pernah menjadi Ketua Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi (GNPKRI) Provinsi Bali.

Yang tak kalah penting, Togar meminta agar tidak boleh ada intervensi dalam kasus ini. Aparat juga tidak perlu dilema, hanya karena terduga pelaku adalah remaja.

Baca Juga:
Togar Situmorang Optimis Melenggang Mulus ke DPRD Bali, Karena Ini

"Mari berhenti memandang peraturan perundang-undangan pada remaja sebagai hal yang biasa-biasa saja. Karena ada sanksi dan juga ada Lapas Anak. Ini penting, untuk membuat pelaku jera dan merasa bahwa apa yang mereka lakukan adalah perbuatan yang sangat salah. Ini juga menjadi pelajaran, sehingga kejadian seperti ini tidak terjadi lagi di Indonesia. Segera putus rantai kekerasan sebelum lebih banyak lagi korban-korban yang lain," ujar Togar, yang juga Dewan Pakar Forum Bela Negara Provinsi Bali itu.

Ia juga menuntut Negara harus hadir memenuhi hak pemulihan bagi korban, yakni dengan melakukan rehabilitasi sebagai individu di bawah umur. Korban beserta keluarga yang dirugikan juga segera mendapatkan bimbingan serta bantuan yang sebaik - baiknya oleh pemerintah maupun keluarga pelaku pengeroyokan ataupun semua pihak yang terlibat.

"Ini sangat penting, sehingga korban tidak mengalami trauma yang berkepanjangan. Dan luka fisik yang dialami korban segera ditangani pihak medis dengan sebaik-baiknya," ucap Ketua Pengcab POSSI Denpasar ini.

Baca Juga:
Jika Terpilih Togar Situmorang Lirik Kursi Komisi I DPRD Bali, Kenapa?

Khusus untuk para terduga pelaku, Togar mengingatkan bahwa apa yang mereka lakukan tidak hanya melukai korban, namun melukai hati masyarakat Indonesia. Sebab, peristiwa tersebut menciptakan ketakutan yang luar biasa.

"Saya tidak mengerti, mengapa ada sekelompok manusia yang bisa sebegitu tenangnya tampil di sosial media setelah mampu meemberikan bekas luka dan darah pada tubuh seorang yang masih belia. Apa bagi mereka, kekerasan adalah satu - satunya cara untuk menyelesaikan persoalan? Lisan yang tertata dengan baik, sepertinya masih akan kalah dengan manusia yang memang hanya menuruti hawa nafsu semata. I see human but not humanity!" tegas Togar.

"Luka yang ada bukanlah hasil dari becanda. Namun sebuah bukti, yang mengaku dewasa pun bisa berkelakuan sangat hina. Berbuat keji secara sadar, seperti tak memiliki belas kasih dengan membabi buta tak berhenti menghajar. Semoga keadilan tak pernah pudar untuk membuat pelaku menjadi sadar. Semoga hukum di negeri ini tak hanya sekadar kelakar," pungkasnya.

Screenshot_2019-03-20-13-00-39_com.outthinking.collagelayout_1553058080812_1554135352014_1554902599472

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar