Kecewa, Togar Mengundurkan Diri Sebagai Kuasa Hukum Sudikerta

Jumat, 05 April 2019 | 19:15 WIB
Share Tweet Share

Togar Situmorang & Asociates menunjuk surat pengunduran diri sebagai kuasa hukum Ketut Sudikerta. [foto: istimewa]

[DENPASAR, INDONESIAKORAN.COM] Nama advokat kawakan Togar Situmorang, SH, MH, MAP, selama ini cukup melekat dengan mantan Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta, yang juga calon anggota DPR RI Dapil Bali dari Partai Golkar.

Maklum, pada Pilgub Bali 2018 lalu, Togar didaulat sebagai Ketua Tim Hukum dan Advokasi Pasangan Mantra-Kerta. Selain itu, selama kasus yang menjerat Sudikerta bergulir termasuk saat Sudikerta ditetapkan sebagai tersangka, Togar juga tampil sebagai kuasa hukumnya.

Hanya saja Jumat (5/4/2019), Togar Situmorang & Associates secara resmi tidak lagi menjadi kuasa hukum Sudikerta. Hal tersebut menyusul Surat Togar Situmorang & Asociates Nomor 01/ P-SK/ TS/ IV/ 2019 yang ditandatangani oleh Togar Situmorang, SH, MH, MAP, Agustinus Nahak, SH, MH, Bagus Wiyono, SH, MH, CIL, dan Teddy Raharjo, SH, tertanggal 5 April 2019.

Surat tersebut dengan perihal pemberitahuan pengunduran diri sebagai kuasa, dan kopiannya diterima oleh indonesiakoran.com di Denpasar.

Screenshot_2019-04-05-20-14-09_com.outthinking.collagelayout_1554466482234

Dikonfirmasi terpisah, Togar membenarkan jika dirinya dan tim tidak lagi menjadi kuasa hukum Sudikerta. Pihaknya resmi mundur, karena beberapa alasan. Salah satunya, ada beberapa hal yang tidak transparan dari Sudikerta.

Sebelum penangkapan Sudikerta, Kamis siang, Togar sudah mengajak Sudikerta untuk melakukan pemeriksaan di Polda Bali. Ketika itu, Sudikerta mengamini ajakan Togar. Namun faktanya, Sudikerta justru berada di Bandara Internasional I Gusti Ngurah hingga akhirnya ditangkap.

"Saya ditelepon oleh Bapak Sudikerta, beliau menjelaskan bahwa dirinya ditangkap di bandara. Saya bingung dengan hal tersebut, apalagi Bapak Sudikerta ditangkap di bandara dengan pemberitaan bahwa dirinya akan melarikan diri ke luar negeri. Saya sama sekali tidak mengetahui tentang hal tersebut," ujar Togar, yang masuk daftar 100 Advokat Terkenal versi Majalah PropertynBank itu.

Yang lebih membingungkan Togar adalah, saat Sudikerta ditangkap di bandara ternyata bersama pengacara lain. Togar sendiri sampai saat ini, mengaku tidak mengetahui siapa gerangan pengacara yang mendampingi Sudikerta itu.

"Para wartawan terus menghubungi saya, untuk mempertanyakan hal tersebut. Itu wajar, karena selama ini kan yang publik tahu, pengacara Bapak Sudikerta itu ya Togar Situmorang. Tetapi seperti ini kondisinya. Di sini saya dan tim merasa kecewa dengan Bapak Sudikerta," papar Togar, sekaligus menyampaikan permohonan maaf kepada media, karena tidak bisa meladeni wawancara karena situasi tersebut.

Selanjutnya, merujuk Kode Etik Advokat, khususnya Pasal 3, yang menyatakan advokat dapat menolak untuk memberi nasihat dan bantuan hukum kepada setiap orang yang memerlukan jasa dan atau bantuan hukum dengan pertimbangan oleh karena bertentangan dengan hati nuraninya, maka Togar dan rekan mengundurkan diri sebagai kuasa hukum Sudikerta.

"Hal ini saya lakukan, karena Bapak Sudikerta sudah menunjuk pengacara lain terkait permasalahan ini. Jadi, agar proses hukum Bapak Sudikerta lebih terarah, cukup satu pengacara saja yang bekerja. Semua ini tentu demi kebaikan Bapak Sudikerta, dan tidak benar saya menelantarkan klien," pungkas Togar, yang dijuluki Panglima Hukum ini. 

Screenshot_2019-03-20-13-00-39_com.outthinking.collagelayout_1553058080812_1554135352014_2

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar