Sudikerta Resmi Ditahan di Rutan Polda Bali

Jumat, 05 April 2019 | 13:49 WIB
Share Tweet Share

Calon anggota DPR RI Dapil Bali dari Partai Golkar yang juga mantan Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta, saat menjalani pemeriksaan di Polda Bali. [foto: istimewa]

[DENPASAR, INDONESIAKORAN.COM] Calon anggota DPR RI Dapil Bali dari Partai Golkar yang juga mantan Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta, resmi ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Bali, Kamis (4/4/2019) malam.

Penahanan tersebut dibenarkan Dir Reskrimsus Polda Bali, Kombes Pol Yuliar Kus Nugroho. Dijelaskan, Sudikerta ditahan karena dua alasan utama.

Pertama, agar proses penyidikan bisa dipercepat. Kedua, Sudikerta dianggap mempersulit penyidikan.

"Dia ditahan di Rutan Polda Bali. Yang jelas kita tahan karena pertama, agar mempercepat proses penyidikannya. Dan kedua, selama ini menghambat proses penyidikan. Sudah beberapa kali dipanggil dan mangkir" beber Yuliar.

Seperti diketahui, Sudikerta berstatus sebagai tersangka atas kasus dugaan penipuan jual beli tanah dan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Polisi bahkan telah menetapkan pencekalan terhadap mantan wakil bupati Badung itu.

Subdit V Siber Crime Polda Bali mengamankan Sudikerta di Gate 3 keberangkatan domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai tujuan Jakarta. Penangkapan dilakukan Kamis, Pukul 14.19 Wita.

Saat diamankan di bandara, Sudikerta dilaporkan bersikap kooperatif. Sudikerta kemudian digiring ke Polda Bali, untuk menjalani pemeriksaan.

"Waktu diamankan, sepertinya dia sendiri di sana. Saat ditangkap di sana, dia juga kooperatif. Saat diperiksa juga kooperatif kok,” jelas Yuliar.

"Kita periksa dua jam lebih. Pertanyaan seputar masalah itu saja. Seputar aliran dana, lebih banyak soal aliran dana. Juga kroscek dengan saksi-saksi lainnya. Saat ini sudah 29 saksi yang diperiksa. Dan ada 10 pertanyaan kami ajukan," imbuhnya.

Yuliar menambahkan, pihaknya sudah beberapa kali memanggil Sudikerta untuk menjalani pemeriksaan sejak ditetapkan sebagai tersangka. Namun, mantan ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali itu selalu mangkir dengan berbagai alasan.

Saat penangkapan dilakukan, sesungguhnya Polda Bali menjadwalkan pemeriksaan. Polisi pun memutuskan melakukan penangkapan dan penahanan, karena Sudikerta justru mangkir.

"Untuk proses penyidikan, kita memakai dari alat bukti yang sudah ada. Tim Polda Bali sudah menyita beberapa aset, ada beberapa, seperti tanah, uang juga sudah ada. Totalnya ada beberapa ratus juta. Kita masih pengembangan untuk masalah TPPU-nya," urai Yuliar.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar