Kasus Persekusi Sopir Taksi Online, Togar: Jangan Digiring ke Isu SARA

Minggu, 31 Maret 2019 | 11:20 WIB
Share Tweet Share

Togar Situmorang dan rekan, bersama Ketua DPD Asosiasi Driver Online (ADO) Bali Ahmad Qodriansyah. [foto: istimewa]

[DENPASAR, INDONESIAKORAN.COM] Panglima Hukum Togar Situmorang, SH, MH, MAP, menegaskan bahwa kasus dugaan persekusi dan kekerasan fisik yang terjadi di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali beberapa waktu lalu, murni tindak pidana.

Ia bersama rekan - rekannya di Law Office Togar Situmorang & Associates yang beralamat di Jalan Tukad Citarum Nomor 5A Renon, Jalan Bypass Ngurah Rai Nomor 407 Sanur Jalan Gatot Subroto Timur Nomor 22 Denpasar, menangani kasus ini secara profesional.

Baca Juga:
Persekusi Sopir Taksi Online Berbuntut Laporan ke Polresta Denpasar

Togar menjelaskan, korban yang merupakan driver taksi online dalam kasus tersebut, datang ke kantor hukumnya dan menceritakan secara detail serta memperlihatkan video pengeroyokan di areal Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali.

"Karena saya menilai kejadian tersebut adalah murni tindak pidana dan ada dasar hukumnya, maka saya bersama tim memutuskan untuk membuat laporan di kepolisian," jelas Togar, di Denpasar, Minggu (31/3/2019).

Meninjaklanjuti Laporan Polisi Nomor LP-B/ 06/ III/ 2019/ Bali/ RestaDps/SekKwsUdr/ tanggal 17 Maret 2019, Polsek KP3 Bandara Ngurah Rai kemudian menahan para tersangka dengan inisial KS dan IWM.

Baca Juga:
Persekusi Sopir Taksi Online, Polisi Periksa Korban dan Saksi

Togar pun menyayangkan pihak-pihak tertentu yang justru terkesan menggiring kasus ini ke isu SARA. Padahal, jelas-jelas bukti berupa video memperlihatkan adanya persekusi, pengeroyokan hingga kekerasan fisik.

"Jangan dong digiring ke masalah suku, agama, atau ras tertentu. Ini murni tindak pidana," tandas Togar yang juga rekanan OTO 27, bisnis usaha yang bergerak di bidang, Insurance AIA, property penjualan villa, showroom mobil, showroom motor Harley Davidson, food court dan juga barber shop yang beralamat di Jalan Gatot Subroto Timur Nomor 22 Denpasar itu.

Togar yang masuk daftar 100 Advokat Hebat versi Majalah PropertynBank ini bahkan memastikan, dirinya tidak mungkin melabrak etika profesi dalam menangani setiap kasus hukum.

Baca Juga:
Pelaku Pengeroyokan Driver Taksi Online di Bandara Ngurah Rai Ditahan

"Pada prinsipnya, dalam menjalankan tugas profesi sebagai advokat, kami terikat pada kode etik profesi advokat dan peraturan perundang-undangan. Kami tidak boleh menolak klien, karena perbuatan menolak klien sendiri merupakan pelanggaran terhadap sumpah/ janji advokat yang diatur dalam Pasal 4 ayat (2) UU Advokat,” papar Togar, yang pada Pilgub 2018 lalu dipercaya sebagai Ketua Tim Advokasi Pasangan Mantra Kerta.

Togar yang sedang menyelesaikan studi S3 Ilmu Hukum di Universitas Udayana ini pun menyayangkan pihak - pihak tertentu yang malah memprovokasi bahwa dirinya bahkan dibenturkan dengan rakyat Bali.

"Jangan dong kaitkan saya dengan kalimat 'kalau saya membela taksi online berarti saya tidak membela rakyat Bali'. Itu salah besar!" ujarnya.

"Kalau saja kasus itu dibalikkan, sopir taksi konvensional dikeroyok oleh sopir taksi online, lalu sopir taksi konvensional datang ke kantor hukum saya untuk meminta bantuan hukum, maka pasti juga saya akan membantu. Karena saya dan tim, bekerja sesuai dengan aturan hukum yang berlaku," imbuh Togar, yang juga calon anggota DPRD Provinsi Bali nomor urut 7 Dapil Kota Denpasar dari Partai Golkar itu.

Baca Juga:
Togar Situmorang: PM 118 Tak Melarang Taksi Online Masuk Bandara

Ia menambahkan, banyak sahabat - sahabatnya merupakan orang asli Bali. Seperti Ketut Putra Ismaya, Sekjen Laskar Bali yang sekarang mencalonkan diri sebagai calon anggota DPD RI Provinsi Bali nomor urut 32 hingga I Ketut Sudikerta, mantan Wakil Gubernur Bali yang sekarang mencalonkan diri sebagai calon anggota DPR RI nomor urut 4.

"Mereka semua orang Bali. Mereka mengenal baik saya, mengenal baik kecintaan saya pada Bali. Jadi jangan percaya hoaks yang mengatakan bahwa saya pendatang tidak cinta orang Bali!" tutur caleg milenial yang mempunyai tagline "Siap Melayani Bukan Dilayani" itu.

Pejabat Jangan Jadi Provokator

Pada kesempatan tersebut, Togar juga secara khusus meminta anggota DPD RI Arya Wedakarna, untuk tidak membuat postingan di media sosial yang cenderung memprovokasi.

"Jangan memprovokasi dengan membuat statemen yang malah memperkeruh keadaan. Kalau memang ada persoalan dalam kasus tersebut, silahkan tempuh jalur hukum. Biar nanti dibuktikan di persidangan. Tetapi jangan malah bermain opini yang justru membuat gaduh," ujar Togar, yang pernah menjadi Ketua Gerakan Anti Narkoba Nasional (GANNAS) Provinsi Bali.

Diketahui sebelumnya Senator Arya Wedakarna memposting ke media sosial foto kunjungannya ke Sel Tahanan Polsek KP3 Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Ia menemui kedua tersangka driver taksi konvensional yang sedang ditahan.

Dalam fotonya, Senator Arya Wedakarna menyertakan status sebagai berikut (Kata, kalimat, tanda baca dikutip lurus, red):

“Tetap bersemangat Semeton Driver Bali Konvensional. Ngiring bersatu hadapi oknum oknum anti Pancasila yg kerap membuat masalah dinatah Bali. Ambil hikmah dari semua kejadian yg ada, justru dgn ada masalah, mereka membuat semeton Bali semakin bersatu dan waspada. Lebih KUAT dibanding sebelumnya. Orang Bali yg selama ini diam dan lugu, sesekali harus menunjukkan jati diri dgn ahimsa satyagraha. Mereka para pengganggu Bali LUPA kalau kami punya sikap PUPUTAN dari Pahlawan I Gusti Ngurah Rai. Kita bela semeton yg tertindas baik secara pembelaan politik dan hukum sesuai konstitusi agar Keadilan Sosial Sila Ke 5 Pancasila tegak dipulau Dewata. Merdeka !!! -AWK-"

"Sesuai UU MDB/2018 menindaklanjuti aspirasi, tiang Mengunjungi semeton Hindu Bali asal Kubu Karangsem dan Tuban Badung di Ruang Tahanan Kantor Polisi Bandara Ngurah Rai. Beliau beliau adalah tersangka dugaan presekusi berhadapan dengan oknum driver online dikawasan airport. Mencari informasi dua arah, dan memberikan sejumlah nasihat hukum serta memotivasi mereka. Selaku anggota Komite I Bidang Hukum DPD RI akan bawa kasus ini kepusat dan akan diambil tindakan politik agar regulasi transportasi semakin adil. Kita hormati proses hukum, tiang monitor perkembangannya. TENANG manten, Tiang akan bantu dengan cara tiang sendiri. Intinya sabar dan berdoa pada Hyang Widhi agar keadilan tegak digumi bali segera".

Screenshot_2019-03-20-13-00-39_com.outthinking.collagelayout_1553058080812_7

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar